• Ich liebe euch

    Ich liebe euch

    Ketika membaca teks bacaan hari ini, sosok yang muncul di benak saya adalah B.J. Habibie, yang kemarin dipanggil Tuhan. Requiescat in pace. Ingatan saya tidak mengerucut pada kisahnya dengan Ainun, gula jawa yang sudah jadi gula pasir, melainkan pada peristiwa 1998 ketika beliau meneruskan kepemimpinan Soeharto. Sedikit sudah saya singgung pada posting Menanam Jagung ’98. Betul,… Read more

  • Kekalahan Berkat

    Kekalahan Berkat

    “God turns you from one feeling to another and teaches by means of opposites so that you will have two wings to fly, not one” (The Essential Rumi) Teks hari ini menyampaikan dua kualifikasi, yang tak secara langsung terhubung dengan penyisihan Piala Dunia: sabda bahagia dan sabda celaka. Celakanya bukan bahwa Indonesia kalah, melainkan bahwa… Read more

  • Sudahkah Anda Berdoa?

    Sudahkah Anda Berdoa?

    Saya benar-benar tidak tahu apa yang dilakukan Guru dari Nazareth ketika dikatakan ia berdoa semalam-malaman. Andaikan semalam-malaman itu empat jam saja, ngapain toh empat jam itu? Pasti gak berdoa brevir atau rosario kan ya? Kalau rosario ya jelaslah empat jam itu kira-kira 16 putaran; tapi ini tidak berdoa rosario, tidak juga novena, misa pertemuan lingkungan,… Read more

  • Soul Saver

    Soul Saver

    Logika Pancasila, kalau kemarin dipakai untuk membaca teks, hari ini diambil dari teksnya: manakah yang diperbolehkan dalam aturan agama, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya? Dalam kalimat pertanyaan itu terkandung tiga orientasi etis. Pertama, kalau omong soal boleh atau tidak-boleh dalam konteks aturan (agama), orang bicara soal benar-salah. Yang diperbolehkan tentu… Read more

  • Logika Pancasila

    Logika Pancasila

    Tetangga kamar saya yang belajarnya di negeri ayam jago mengingatkan saya pada pendekatan logika barat yang orientasi etisnya benar-salah. Tak ada tempat untuk ungkapan ngono ya ngono ning aja ngono. Dalam posting Penggila Kopi saya katakan falsafah Jawa itu membutuhkan keterampilan pembedaan roh tingkat dewa, bukan karena Jawa superior, melainkan karena falsafah itu mesti dipertanggungjawabkan di… Read more

  • KaPeKa

    KaPeKa

    Dua puluh tahun lagi mungkin mobil itu saya tabrak. Ini hitungan sepersekian detik dan tahun ini saya masih bisa cukup cekatan, tetapi dua puluh tahun lagi, kalau saya masih bisa mengendarai motor, saya pilih untuk menabrak mobil itu. Iki apa ta, Ma, ujug-ujug ngomyang nabrak mobil? Iya, teringat posting Lampu Hazard dua tahun lalu. Kiranya… Read more