• Cinta Robot?

    Cinta Robot?

    Tak sedikit orang beragama yang tak tahu mengapa mereka beragama. Ini direpresentasikan oleh entrepeneur muda dalam teks bacaan hari ini. Dia sudah memenuhi aneka hukum agama, dari yang sepele sampai yang paling besar, dari yang gratis sampai yang biayanya cuma bisa ditanggung orang-orang yang super kaya. Haiyalah, apa sih yang gak bisa dibikin orang kaya?… Read more

  • Belajar dari Jin Salib

    Belajar dari Jin Salib

    Entah bagaimana, saya girang setelah belajar dari Ujian Akhir Semester kemarin, dan ini cocok dengan teks bacaan hari ini: sudah selayaknya orang bergirang hati jika berjumpa dengan mereka yang memungkinkannya membuka rasa, pikiran, dan kehendak untuk mengerti misteri keilahian. Memori saya sudah keropos sejak lama dan kemarin saya terpukaw pada respon seseorang terhadap soal Ujian… Read more

  • Hari Gini Bela Negara?

    Hari Gini Bela Negara?

    Ketika berselancar mencari featured image, saya dapati foto dengan caption “Ajari bela negara sejak dini”. Masih lumayan sih karena subjek fotonya anak-anak membawa bendera merah putih. Coba Anda bayangkan kalau fotonya anak-anak membawa senjata, bahkan meskipun senjata mainan, tambah lagi “negara” diganti dengan “agama”. Mantaaaabs…. Akan tetapi, saya lebih sepakat dengan Cornel Simandjuntak yang mengajari… Read more

  • Berapa Usia Anda?

    Berapa Usia Anda?

    Ini curcol bukan untuk menyindir pembaca, tapi kalau ada yang tersindir juga gak papa. Teori tahap perkembangan iman ada di kepala saya, dan saya duga kebanyakan orang tidak jauh-jauh dari tahap ketiga. Menurut statistik fesbuk sendiri, segmen pembaca blog ini mengikuti diagram berikut: Enam tahap perkembangan iman tadi bisa juga digambarkan dengan enam kelompok usia… Read more

  • Kualitas Pendosa

    Kualitas Pendosa

    Menilik judul-judul posting refleksi untuk teks bacaan hari ini sejak tahun 2014 yang tak lepas dari kata “maaf” dan “ampun”, saya kira memang itulah substansi bacaan hari ini. Pertanyaan klasiknya: sampai kapan orang mesti mengampuni. Jawabannya juga klasik: sampai Allah berhenti jadi maha pengasih lagi penyayang. Romo ngawur, wong subjek pertanyaannya “orang” kok jawabannya “Allah”.… Read more

  • Ngrasani

    Ngrasani

    Sapi boleh melenguh, tetapi manusialah yang berhak mengeluh, tentu dengan keluhan berkualitas tinggi: dengan kesadaran bahwa yang dikeluhkan dari orang lain itu ada padanannya dalam diri sendiri. Keluhan yang berkualitas rendah berisi litani kesalahan orang lain yang dilakukan juga oleh diri sendiri, meskipun tidak persis sama. Inilah yang mendera batin setiap kali saya hendak mengeluh… Read more