Collect moments, not things.
-

Merangkak tanpa Mangkrak
Dari hati yang adil, muncul pikiran yang adil, dan jika orang yang berhati dan pikiran adil ini sehat, keputusan dan perkataannya juga adil, dan kalau tetap sehat, perbuatannya juga adil. Sosok Yusuf yang dirayakan Gereja Katolik hari ini saya kira adalah pribadi yang tetap sehat sampai pada tataran perbuatannya. Ini bukan Yusuf yang populer di Read more
-

Harga Murah Hati
Pembunuh berdarah dingin tak pernah punya belas kasihan terhadap korban pembunuhannya. Saya tidak tahu apakah tentara dilatih untuk mendinginkan darahnya, tetapi saya yakin sekurang-kurangnya tentara yang waras takkan menghabisi orang yang tak bersenjata, apalagi yang tidak melawan dirinya menjalankan tugas. Dalam diri setiap orang yang punya hati, belas kasihan muncul saat orang melihat penderitaan orang Read more
-

Bukit Bego
Saya kira tak ada biro wisata yang menempatkan Bukit Bego sebagai objek wisata rohani. Kalau iya, mungkin ketua bironya bego. Menjadi bego itu berat, biarlah saya saja, yang tadi melintasi spot wisata ini sembari menghubung-hubungkannya dengan teks bacaan hari ini, yang juga mengisahkan soal Guru dari Nazareth bersama tiga muridnya naik bukit untuk berdoa. Tanpa Read more
-

Tuhan Nomor Satu
Saya sudah mengaku bahwa saya ‘berdarah’ Jerman, jadi kalau kelak di Semifinal Liga Champion Liverpool mesti berhadapan dengan Barcelona, saya tetap akan membela Jerman: entah Klopp atau Ter Stegen. Ndelalahnya tadi pagi saya baca judul berita “Bagi Klopp, Tuhan Nomor Satu, Trofi Yang Kedua“. Ini maksudnya apa jal, wong dia tidak sedang dalam masa kampanye? Teks bacaan hari Read more
-

Penakluk Gunung?
Tahun lalu saya masih kuat mendaki beberapa bukit dan gunung dalam waktu beberapa hari saja karena untuk menaklukkan bukit dan gunung itu saya cukup duduk manis di bus. Setelah sampai puncak atau mendekati puncak, saya tinggal turun dari bus dan menapakkan kaki beberapa langkah saja. Ini bukan perkara susah. Yang membuat saya kesusahan adalah mendaki Read more
-

Mengais Suara Golput
Seorang kawan mempertanyakan status golput yang rupanya jadi bahan nyinyiran juga menjelang pemilu tahun ini. Pertanyaannya valid: tidak adakah sesuatu yang baik dari golput sehingga mesti jadi bahan nyinyiran negatif? Dalam hati saya menjawab spontan: oh ya jelas ada, sekurang-kurangnya dari perspektif kerohanian, golput adalah manifestasi detachment dalam azas dan dasar, yang tanpanya orang membuat pilihan atas dasar kelekatan Read more
