Collect moments, not things.
-

Anda Waras Tanda Tanya
Memang benarlah ketidakseimbangan yang melanda dunia dewasa ini berhubungan dengan ketidakseimbangan lebih mendasar, yang berakar dalam hati manusia. Sebab dalam diri manusia sendiri pelbagai unsur sering berlawanan. Sebab di satu pihak, sebagai makhluk, ia mengalami keterbatasan dalam banyak hal; tetapi di lain pihak ia merasa diri tak terbatas dalam keinginan-keinginannya, dan dipanggil untuk kehidupan yang Read more
-

Mengemis Surga
Jangan mengandalkan kekayaanmu dan jangan berkata “Ini cukup bagiku”. Begitu kata teks bacaan hari ini. Apakah itu maksudnya supaya orang terus mengumpulkan kekayaan karena kekayaannya tak akan pernah cukup? Tentu tidak, karena tolok ukurnya sudah tertera di situ: orang tidak boleh mengandalkan kekayaannya, berapa pun tumpukannya, berapa juga luas lahannya. Dengan demikian, terus menerus mengumpulkan Read more
-

Bagi-bagi Lahan
Orang yang sungguh beriman semestinya menjauhkan diri dari godaan untuk mempunyai sertifikat hak milik atas Allah. Loh, gimana toh Rom, beriman tuh bukannya malah ber-Tuhan, yang artinya mempunyai Tuhan, kok malah dibilang itu godaan? Justru itu, kenapa ber-Tuhan mesti diasosiasikan dengan memiliki Tuhan? Hanya karena tata bahasa? Pun, jika memang ber-Tuhan itu harus berarti memiliki Tuhan, kan secara implisit Read more
-

Promosi Diri
Kalau ingin Indonesia maju, Anda butuh kualitas pelayanan publik yang mumpuni. Kalau ingin Indonesia adil makmur, Anda juga butuh kualitas pelayanan publik yang mumpuni. Sayangnya, kualitas pelayanan publik yang mumpuni tak akan tercipta jika orang-orang kuncinya lebih doyan promosi diri berorientasi kekuasaan. Itulah yang digambarkan dalam teks bacaan hari ini. Ketika Guru dari Nazareth kembali Read more
-

Hanya Doa
Kalau mengikuti insight catatan kemarin, Anda tak punya alasan untuk membenci orang yang membacakan puisi doa beberapa hari yang lalu. Yang kerap dikomentari ialah bagian berikut: Namun kami mohon jangan serahkan kami pada mereka, yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak cucu kami, dan jangan, jangan Engkau tinggalkan kami, dan menangkan kami, karena Read more
-

Ampunilah Es Krim
Hanya orang yang sudah selesai dengan dirinya sendirilah yang bisa menjadi murid sesungguhnya dari Guru dari Nazareth. Tentu saja, karena Guru dari Nazareth sudah selesai dengan dirinya sendiri. Mengikuti Guru seperti ini dengan beban kepentingan narsistik (yang menurut KBBI ditandai dengan sikap arogan dan egois) hanya akan membuat murid yang pecicilan cari perhatian atau pengakuan. Read more
