Collect moments, not things.
-

Meneladan Guru
Beberapa pembaca meramal posting hari ini menyinggung orang yang keluar dari Mako Brimob (dan mungkin married bulan depan, ciye ciye ciye 😂). Kalimat itu membuat ramalannya self-fulfilled, tetapi percayalah, refleksi dalam blog ini senantiasa berpijak pada teks bacaan yang tersedia di bagian bawah setiap posting. Teks bacaan hari ini mengisahkan bagaimana Guru dari Nazareth dan murid-muridnya berusaha menyingkir dari kerumunan massa, yang terus berdatangan Read more
-

Jengkel Aku!
Ingatkah Anda bahasa tubuh Jokowi pada sesi pernyataan akhir dalam debat pertamanya? Masih punya waktu cukup untuk menyampaikan apresiasi, tetapi ketika diingatkan untuk menyampaikan apresiasi, ia mengatakan tidak. Ia melinting kedua lengan bajunya. Saya bukan ahli bahasa tubuh, tetapi sebagai orang-antara-Solo-dan-Jogja, saya bisa berempati dengan apa yang berkecamuk dalam dirinya. Ungkapan jakarténya kira-kira “Dah kagak usah banyak Read more
-

RIP Tuhan
Anda tahu RIP singkatan dari Rencana Induk Pembangunan dan kalau Anda mendapati banyak tulisan RIP pada nisan di kuburan, itu menunjukkan bahwa akhir dari semua Rencana Induk Pembangunan itu adalah kuburan. Tentu saja, RIP di nisan bukan kependekan dari rencana pembangunan, melainkan Requiescat in Pace (Latin, baca: rekuieskat in pace, artinya semoga dia beristirahat dalam damai) Read more
-

Gaji Naik, Semua Beres
Kemarin itu ada orang bilang bahwa akar korupsi di negeri ini adalah kurang memadainya gaji birokrat aparatur negara, dan terhadap keyakinan palsu seperti itu pantaslah muncul meme yang menggambarkan aparatur negara yang gajinya sudah ratusan kali lipat daripada gaji tukang parkir yang katanya lebih tinggi dari gaji dokter, yang tetap saja korupsi. Jadi ceritanya, kalau orang Read more
-

Behind the scenes
Gemas juga membaca pernyataan “taat kepada Islam pun taat kepada Pancasila“, bukan karena pernyataan itu keliru, melainkan karena rupanya pernyataan itu diterapkan pada kenyataan yang bertentangan dengan pernyataan itu sendiri. Mari berpikir sejenak. Pernyataan menggemaskan tadi bisa dirumuskan sebagai premis umum: semua yang taat kepada Islam, menaati Pancasila. Tak usah diperdebatkan Pancasila yang mana karena Read more

