Collect moments, not things.
-

Tumbangnya Nalar
Apa jadinya hidup manusia jika Allah tak lagi mengenali hati orang dan cuma bisa mengidentifikasi orang dari tampilannya? Seorang wanita paruh baya [dulu saya bayangkan perempuan memakai kebaya separuh, piyé kuwi 😂] mendapatkan penampakan seorang malaikat [loh malaikat apa orang sih?] di rumah sakit saat menjalani operasi jantung. Dia bertanya pada utusan Allah itu,”Apakah aku Read more
-

Resonansi Agama
Kalau sebagai gitaris, Anda tak punya tuner untuk mengatur nada senar gitar, kiranya Anda cukup mengandalkan resonansi frekuensi senar yang satu pada senar yang lain. Kalau dua senar sudah tune dan salah satu dipetik, senar yang lain akan ikut bergetar. Itulah resonansi. Menariknya, senar-senar pada gitar itu memang dipasang sedemikian rupa sehingga panjang dan kecepatan Read more
-

Butuh Piala Citra?
Seorang anak menanyai ayahnya soal asal-usul bangsa manusia. “Dua manusia pertama Adam dan Hawa menikah, lalu punya beberapa anak. Anak-anak itu juga setelah besar menikah dan punya beberapa anak lagi, dan begitulah seterusnya,” jawab ayahnya. Sang anak pergi kepada ibunya, melontarkan pertanyaan yang sama. “Kita ini dulunya monyet yang sekian ribu tahun berevolusi jadi manusia Read more
-

Ringan Dipikulin
Tiwal dan Tiwul kelelahan bekerja dan Tiwul bertaruh,”Aku pasti diizinkan Nyonya pulang sekarang.” “Kok isa?” tanya Tiwal. “Ya lihat saja.” Mereka berdua menemui Nyonya di serambi dengan membawa tas mereka. Sang Nyonya bertanya kepada Tiwul yang selalu kejang-kejang seperti kesetrum. “Tiwul, kamu kenapa?” Sambil terus kejang-kejang Tiwul menjawab,”Saya ini kan listrik PLN, Nyah. Namanya listrik Read more
-

Pertandingan Agama
Dalam sebuah rombongan ziarah atau wisata bisa terjadi pemimpin rombongan mesti mencari satu dua anggota yang memisahkan diri dari kelompok. Andaikan pada saat pemimpin rombongan mencari satu dua anggota (A dan B) yang tersesat itu, C dan D tak sabar menanti dan cari jalan sendiri terlepas dari E-Z, apa yang kiranya dirasakan pemimpin rombongan sekembalinya Read more
-

Gampangan Salin Tempel
Manakah yang lebih mudah, mengatakan “Engkau dicintai Tuhan” atau membebaskan orang dari stres berat? Mana yang lebih gampang dibuat, mengatakan “Dosamu diampuni Tuhan” atau menyembuhkan orang sakit lumpuh? Bukankah yang pertama itu yang lebih mudah dilakukan, yang juga dilakukan oleh orang-orang beragama? Saya, misalnya, sebagai imam Katolik, lebih mudah di bilik pengakuan dosa mengatakan “melepaskan Read more
