Ringan Dipikulin

Tiwal dan Tiwul kelelahan bekerja dan Tiwul bertaruh,”Aku pasti diizinkan Nyonya pulang sekarang.”
“Kok isa?” tanya Tiwal.
“Ya lihat saja.”
Mereka berdua menemui Nyonya di serambi dengan membawa tas mereka. Sang Nyonya bertanya kepada Tiwul yang selalu kejang-kejang seperti kesetrum.
“Tiwul, kamu kenapa?”
Sambil terus kejang-kejang Tiwul menjawab,”Saya ini kan listrik PLN, Nyah. Namanya listrik ya begini ini.”
“Ya ampun, Tiwul. Kamu kok stres berat begitu. Ya sudah, kamu pulang sana.”
Berjalanlah si Tiwul hendak keluar dengan kejang-kejang penuh senyum melirik Tiwal. Tiwal menyusulnya.
“Loh, loh, loh, Tiwal kamu mau ke mana?” sergah sang Nyonya.
“Nyah, kalau gak ada listrik, gimana saya bisa kerja?”

Pada saat tertentu orang bisa mengalami burn-out bukan karena beratnya pekerjaan, melainkan karena sikapnya yang keliru terhadap pekerjaan (terlalu serius seakan-akan pekerjaan itu adalah segala-galanya) atau karena caranya mengelola aktivitas yang tak berimbang. Teks bacaan hari ini mengingatkan saya pada nasihat Paulus: hidup untuk Tuhan, mati juga untuk Tuhan (Rm 14,7-8).
Ciyeh, Romo alim banget sih👏🏻👍🏻
Gak gitu juga kale’ wong sadar diri bahwa kerja untuk diri sendiri dan dengan kekuatan sendiri itu memang bisa bikin burn-out. Kalau bakar lemak perut masih mendinganlah.😝

Pokoknya, undangan teks bacaan hari ini benar-benar menanting pembaca untuk tidak mengandalkan kekuatan sendiri. Ada kekuatan lain yang bisa diandalkan dan dipercaya. Sukses atau gagal, banyak atau sedikit, lancar atau macet, sehat atau sakit, untung atau rugi, tak ada artinya jika orang sungguh sadar bahwa ia berjalan bersama Tuhan. Hidup dipikul bersama-Nya. Tentu tidak usah seperti Tiwul berjalan bersama Tiwal, tetapi orang sadar bahwa seluruh usaha tidak lagi jadi beban berat karena penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Piyé caranya ya pokoknya percaya saja bahwa ia bukan segala-galanya, bukan pusat dunia, bukan owner dunia.

Semoga di tengah kesibukan sehari-hari, orang beragama tetap éling untuk hidup di hadirat Allah, bukan di hadirat ideologi mengenai Allah atau agama. Amin.


HARI RABU ADVEN II
12 Desember 2018

Yes 40,25-31
Mat 11,28-30

Posting 2017: Sidang Bisu Tuli
Posting 2016: Rest In Pain

Posting 2015: Ringankan Bebanmu

Posting 2014: Doa Aja Ribut…Gak Capek, Brow?

2 replies

  1. Halo Romo

    Membaca paragraf terakhir, “Ada kekuatan lain yang bisa diandalkan dan dipercaya. Sukses atau gagal, banyak atau sedikit, lancar atau macet, sehat atau sakit, untung atau rugi, tak ada artinya jika orang sungguh sadar bahwa ia berjalan bersama Tuhan.”

    Saya ingat akan kisah pastor Walter Ciszek SJ (romo yesuit mngkin tahu critanya heheehe..😊😊) yang memberkati negara komunis Soviet ,dimana pemerintahannya telah memenjarakannya serta memperkerjapaksakan dia, setelah dia bebas… mengapa??
    Menurut buku yg sya baca karena pastor trsebut lewat imannya ia telah menemukan Tuhan sehingga bisa menyikapi pengalaman ekstrem dengan positif.. tanpa dendam..

    Berkah dalem..

    #tidaksemudahitufergusso..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s