Collect moments, not things.
-

Jangan Siap-siap Mati
Ternyata saya belum siap mati. Itulah kesimpulan saya kemarin pagi setelah treadmill. Meskipun lebih senang jogging di ruang terbuka, kemarin memang saya pilih treadmill di rumah, yang tak ada sirkulasi udara meskipun jendela-jendela sudah saya buka. Setelah gembrobyos, sayangnya saya kebelet BAB, dan hitung-hitung sebagai cooling down, saya duduk manis di kloset di samping (sampingnya Read more
-

Om Sedekah Om
Kemarin saya ikut misa dan mencolek tetangga sebelah saya yang bekerja di bank (duitnya pasti banyak) untuk menukarkan uang biru saya dengan yang ungu-ungu atau hijau-hijau. Syukur kepada Allah, ndelalahnya kok ya dia punya uang pecahan hijau ungu, sehingga saya tak perlu memasukkan uang biru ke kotak persembahan alias kolekte. Betapa menyesalnya saya kalau lembaran Read more
-

Reservasi Neraka
Beberapa waktu lalu saya bertugas sebagai driver untuk dua adik kelas saya yang sudah jadi rektor dan direktur anu. Kami pergi ke semacam mal untuk makan malam, hitung-hitung untuk memperbaiki malnutrisi kami. Setelah disambut dengan ucapan ‘selamat datang’ oleh mbak-mbak tukang karcis parkir yang hadir di setiap mal, saya membelokkan mobil ke tempat parkiran tetapi Read more
-

Srawung Digital
Pernahkah Anda tinggal di rumah berasa kos atau losmen atau hotel (rumah cuma buat makan-tidur)? Bagaimana rasanya ya? Pernahkah orang lain mlipir atau pindah ke seberang trotoar supaya tak berpapasan dengan Anda? Bagaimana ya rasanya, baik yang diplipiri maupun yang mlipir? Mereka yang tinggal di asrama punya risiko seperti itu, tetapi bukan berarti bahwa hidup Read more
-

Lidah Penakut
Ajarilah lidah Anda untuk mengatakan hanya apa yang ada di hati Anda. Kalau tidak, ia akan memproduksi aneka hoaks dan hoaks itu adalah kemunafikan, siapa pun capres yang Anda dukung. Iya, Mo, dah tau, tapi gimana caranya mengajari lidah supaya jadi corong hati semata? Apa mesti minta lidah duduk manis di sekolah kepribadian atau ikut Read more


You must be logged in to post a comment.