• Hati Risau

    Hati Risau

    Kalau di dunia ini ada lima ribu agama, sekurang-kurangnya ada lima ribu konsep mengenai Allah. Akan tetapi, kalau ada satu milyar penganut agama tertentu, sekurang-kurangnya ada satu milyar konsep mengenai Allah juga. Masing-masing dari kita punya gagasan tersendiri mengenai Allah dengan menggabungkan hal-hal yang pernah kita dengar, kita pelajari, keyakinan dan pengalaman pribadi, mboh positif… Read more

  • Berantas Kebodohan

    Berantas Kebodohan

    Apa artinya menjadi orang beriman di tengah zaman yang orang-orang beragamanya menghidupi poligama rebutan kekuasaan? Apa artinya menjadi murid di tempat banyak orang berpedoman “yang lain juga banyak yang melakukannya”? Apa artinya percaya kepada Allah pada saat orang banyak melakukan kebodohan demi kebodohan? Bukan apa-apa, soalnya memang poligama, heteronomi, kebodohan kolektif itu sangat mudah dilakukan… Read more

  • Kelak Poliandri?

    Kelak Poliandri?

    Pada kolom comment fesbuk saya muncul pertanyaan penting untuk posting mengenai hancurnya paradigma keluarga modern yang baru akan saya bagikan hari ini. Yang bertanya ini rupanya memang visioner dan pertanyaannya tidak mudah saya jawab, tetapi rupanya ada dalam teks bacaan hari ini. Pertanyaannya terkait dengan kalimat bahwa free sex posmodern memuat kesalahan metodologis: apa sih kesalahan metodologisnya? Bacaan hari ini menyodorkan… Read more

  • Sekarang Poligambar

    Sekarang Poligambar

    Kemarin sudah saya perkenalkan poligama, teman poligami, kepada Anda. Entah bagaimana, bacaan hari ini cukup eksplisit melawannya. Kasihan juga sih baru dikenalin dah langsung didemo, tapi ya gimana lagi, tugas saya cuma menyuarakan apa yang perlu disuarakan jé. Poligama ini mencampuradukkan politik dan agama, sedangkan teks bacaan hari ini jelas mengacu pada arah yang berlawanan:… Read more

  • Kenalkan: Poligama

    Kenalkan: Poligama

    Meskipun saya fans Jerman, impor bak sampah bikinan Jerman tidak begitu saja membuat saya bersenang hati. Bukan karena bak sampah itu diimpor untuk ibu kota dan bukannya kota istimewa tempat saya tinggal, melainkan karena itu menggathukkan asumsi lain: apa yang jadi sampah di negeri maju malah dianggap berkah di negeri sini. Loh apa malah bukannya… Read more

  • Hidup Berdampak

    Hidup Berdampak

    Berhubung hari ini kesiangan lagi, saya contek khotbah tetangga saja deh. Dimulainya dengan pêté, cuma ceritanya beda dengan versi saya. Saya cerita versi saya saja. Konon di sebuah warung makan yang sangat laris di kalangan mahasiswa/i, duduklah saya bersama kerabat dan handai taulan untuk makan nasi goreng legendaris [piye jal nasi goreng saja bisa legendaris]. Karena… Read more