• Hai Penista

    Hai Penista

    Ilusi dan kehancuran cinta, mulai dari kehancuran negara, kota, bangsa sampai orang per orang, barangkali berawal dari minimnya pemeliharaan kesehatan dua hukum yang disodorkan bacaan hari ini. Kenapa ya? Mungkin justru karena yang dipakai adalah kata ‘cinta’ itu sendiri; dan orang tahu, dengan kata itu orang bisa memaksudkan apa saja yang dipikirnya atau dianggapnya baik. … Read more

  • God of the Living

    God of the Living

    Aneka penelitian dan teknologi canggih sudah menguak begitu banyak hal yang menjelaskan bagaimana semesta ini berjalan, bahkan sampai melahirkan teori saintifik Big Bang yang masih bisa diperdebatkan apakah itu momen initial singularity alias awal terciptanya semesta yang plural ini atau bukan. Orang-orang Saduki yang melontarkan pertanyaan soal status perkawinan orang kelak setelah kebangkitan, tentu tak… Read more

  • Pasti Orderan

    Pasti Orderan

    Kalau jelas-jelas wasit mengambil keputusan yang keliru, penonton boleh jadi berkomentar,”Wasitnya pasti dibayar!” Komentar ini tak perlu diterima secara negatif sebagai kecurigaan penonton terhadap kecurangan yang sistematis, masif, dan terstruktur. Kenapa? Ya karena wasit memang dibayar. Begitu pula kalau seorang pimpinan lembaga tinggi negara mengomentari kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi,”Pasti ada orderan!” Lha ya jelas ada… Read more

  • Spirit Gerakan, Eaaa…

    Spirit Gerakan, Eaaa…

    Republik ini tidak pernah didirikan oleh para pelayan. Republik ini dibangun oleh para penggerak. Orang yang datang menggerakkan warganya untuk membereskan masalah. Itu spirit gerakan. Masih ingat siapa yang melontarkan ungkapan seperti itu? Eaaaa…. betul (loh siapa?), super sekali! Kata-katanya yang super loh ya, bukan orangnya. Maka, ya sudah, ambil saja kata-kata supernya, tak usah ikuti… Read more

  • Kursi Kosong?

    Kursi Kosong?

    Mungkin ada baiknya mengingat kembali kata kerja βλέπω dan ὁράω (blepo dan horao), yang sama-sama berarti melihat tetapi berbeda kategori. Yang pertama melihat dengan mata material, yang kedua melihat dengan mata hati dan budi. Melihat dengan mata material itu jelas maksudnya. Melihat dengan mata batin dan budi itu rada kurang jelas. Padahal dalam teks hari ini disodorkan… Read more

  • Real Juve: Jerman

    Real Juve: Jerman

    Saya baru ngeh bahwa ada pertapa yang rupanya kepo juga dengan hidup yang serba aneh ini. Untungnya, karena pertapa, kepo itu tak disodorkannya pada sesama pertapa, melainkan pada Tuhan: kenapa ada yang mati muda, kenapa ada yang sudah jenggotan belum mati juga, kenapa orang tamak itu malah yang sudah kaya dan yang miskin malah hidup… Read more