Collect moments, not things.
-

God Loves You
Dalam Gereja Katolik itu ada banyak banget perantara(an) ya. Maklum, di mana ada sakramen, di situ ada medium perantara. Kalau tak hati-hati malah bisa jadi birokratis dan lebih ngeri lagi bisa bikin diskriminatif dan eksklusif. Ini pendapat pribadi saya: tak perlulah dalam Ekaristi diumumkan bahwa yang boleh menyambut Tubuh Kristus hanya mereka yang sudah baptis… Read more
-

Bunuh Teroris?
Kesenangan akan berlalu, kebahagiaan tinggal tetap. Katakanlah ini cuma soal istilah, maka yang penting orang mengerti bahwa ada kegembiraan yang laten sifatnya dan ada juga yang kontinjen (Inggrisnya: contingent, artinya sementara atau bisa ada bisa gak ada). Celakanya, kebanyakan orang mengejar yang kontinjen dan repotnya memang yang bisa dikejar cuma yang kontinjen itu. Kegembiraan yang… Read more
-

Mesti Takut, Gitu?
Dengan segala hormat dan doa bagi para korban (termasuk pelakunya yang jadi korban) bom bunuh diri tadi malam di Kampung Melayu, marilah mencerna proses kebangsaan juga melalui perpektif Hari Raya Kenaikan Isa Almasih dari bacaan yang disodorkan hari ini. Ceritanya simple: sebelas murid ke bukit yang sudah ditentukan. Bukit mana? Rupanya bukan bukit dalam artian… Read more
-

Wong Kagol
Barangkali ada banyak wong kagol (vokal ‘o’ seperti pada kata kompor) dalam beragama. Ini istilah yang memuat nuansa kecewa, marah, putus asa, dendam sedemikian rupa sehingga orang tak mau melanjutkan sesuatu yang sudah dimulainya, bahkan mungkin mengambil jalan sebaliknya. Misalnya ada orang yang digadang-gadang jadi presiden, tapi di tengah jalan para penggadangnya membelot sehingga calon… Read more
-

Untuk Koh Ahok
Maaf saya pakai featured image Ibu Vero istri Koh Ahok tanpa seizin pemiliknya. Saya anggap Bu Vero milik semua (wueh enak aja!), fotonya yang di situs publik, maksudnya. Saya mau pakai foto ibu saya sendiri, tetapi apa daya, zaman gestapu dulu tak ada yang punya kamera selfie sehingga tak ada dokumentasi ibu saya menangis karena… Read more

