Collect moments, not things.
-

Maaf, Belum Move On
Konon dalam kultur Yahudi dulu ada mekanisme verifikasi peristiwa historis dengan sepuluh saksi dan sepuluh saksi ini haruslah laki-laki. Andaikan ada sembilan saksi laki-laki dan seratus saksi perempuan menyatakan hal yang sama, kesaksian seratus perempuan itu tak ada artinya, takkan menggenapi kesaksian sembilan laki-laki itu. Perempuan tak terhitung. Tanya kenapa! Maka tak mengherankan bahwa dalam… Read more
-

Mana Janjinya…
Kata tetangga sebelah, janji adalah hutang; dengan demikian, orang yang banyak berjanji adalah orang yang banyak berhutang juga. Tak mengherankan bahwa paslon yang menang kampanye karena banyak janji manies, mulai ditagih hutang muaniesnya. Repotnya ialah jika janjinya itu terikat pada aneka segmen yang saling bertentangan: nanti akhirnya segmen yang lemahlah yang akan dikorbankan. Begitulah cara… Read more
-

Warga Baperian
Seorang kawan menuliskan observasi proses pilgub DKI dengan menyitir satu entry kata relatif baru dalam kamus Oxford: Post-truth. Pada kenyataannya, popularitas kata ini memang didongkrak oleh proses pemilu di Amerika dan referendum di Eropa. Post-truth adalah kata sifat yang menggambarkan situasi bahwa fakta objektif itu kurang punya pengaruh terhadap pembentukan opini publik daripada ikatan emosional dan keyakinan pribadi: objective facts are less… Read more
-

Jumpa Allah Langsung? Gombal!
Pada akhir film PK disampaikan empat pesan PK kepada kawan-kawannya makhluk angkasa luar. Pesan terakhir dan paling penting ialah: kalau kamu bertemu dengan orang yang bilang dia bisa bicara langsung dengan Tuhan, gak usah teliti lebih lanjut, bergegas dan larilah sekencang-kencangnya dari dia. Ini bisa jadi skandal untuk agama Kristen yang mengakui Yesus Kristus sebagai… Read more


