• Occupied

    Occupied

    Mungkin Anda pernah baca kata occupied di pintu toilet publik, yang berarti toiletnya sedang dipakai orang yang ada di dalam, atau mungkin indikator vacant-occupiednya sedang rusak. Bahasa Indonesia menyerap kata occupation yang berarti antara lain pendudukan dan penguasaan suatu daerah oleh tentara asing, tetapi belum menyerap kata preoccupation. Apa kiranya preoccupation itu? Taruhlah orang menonton… Read more

  • How small U can feel

    How small U can feel

    All of life is a coming home. Salesmen, secretaries, coal miners, beekeepers, sword swallowers. All of us. All the restless hearts of the world, all trying to find a way home. It’s hard to describe what I felt like then. Picture yourself for days in a driving snow. You don’t even know you’re walking in… Read more

  • Sahabat Setia

    Sahabat Setia

    Tutur kata yang manis mendatangkan banyak teman, dan bahasa yang halus menimbulkan tanggapan yang menyenangkan. Mudah-mudahan kenalanmu banyak jumlahnya, tetapi dari antara seribu pilihlah satu saja sebagai penasihat. Jika engkau mau mendapat sahabat, ujilah dia dahulu, dan jangan segera percaya kepadanya. Sebab ada orang yang berteman menurut kesenangannya sendiri, tetapi pada hari kesukaranmu ia tidak… Read more

  • Tajam ke Luar Doang

    Tajam ke Luar Doang

    Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Mungkin dengan ikan asin ya. Tapi sudahlah, tak usah meributkannya. Toh kalau gak jadi gubernur ya bisa jadi ketua KPK #lohomongopotokie. Pokoknya, tak ada perusahaan, bahkan sekelas Freeport sekalipun, yang punya proyek mengasinkan garam. Garam yang tak asin itu kehilangan jati dirinya dan… Read more

  • Pak Teguh

    Pak Teguh

    Tidaklah sulit menjelaskan kepada para mahasiswa bahwa agama dalam masyarakat majemuk hanya menyumbang dimensi psikologis dalam moralitas dan, dengan demikian juga, politik. Artinya, agama hanya memberikan motivasi, orientasi supaya orang melakukan kebaikan, tetapi tolok ukur kebaikan sendiri tak bisa dimonopoli oleh agama tertentu. Begitu agama melampaui ranah itu dan mau mengangkangi politik dalam masyarakat plural,… Read more

  • Pendekar 212

    Pendekar 212

    Gurunya Wiro Sableng, yaitu Sinto Gendeng, tidak mengenal sistem angka biner 101, tetapi angka khusus 212, untuk mengatakan bahwa angka satu dan dua melekat pada manusia yang diciptakan oleh Yang Satu. Satu kepala, dua mata, satu hidung, dua lubang hidung, satu mulut, dua anu, satu anu, dan seterusnya. Ya, itu bisa-bisanya Sinto Gendeng membuat framing… Read more