• Putus Saja

    Putus Saja

    Konon antara perkataan dan perbuatan itu ada samudera luas terbentang. Tidak mudah membangun jembatan di antara keduanya. Ya gak usah bangun jembatan to, Rom. Tinggal naik pesawat aja nyampe‘ [ya belum tentu juga sih, halah dibahas]. Betul, tetapi itu mengabaikan kenyataan samudera nan luas itu; orang tak bersentuhan dengan samudera luas dan aneka macam karakteristiknya yang bisa setiap… Read more

  • Mau Roti Gratis?

    Mau Roti Gratis?

    Pernah dengar kata Tanstaafl? Itu adalah akronim dari kalimat There ain’t no such thing as a free lunch. Maksudnya, pasti ada cost yang dikeluarkan untuk apapun juga. Aksi awal Desember lalu menegaskan hal ini. Mengharukan bahwa penjual roti menggratiskan dagangannya demi mendukung aksi damai. Hebat. Tampak tulus. Kesan ini runtuh ketika ada klarifikasi dari pihak… Read more

  • Buat Apa Susah?

    Buat Apa Susah?

    Ada cognate (kata seasal) antara bahasa Ibrani dan Indonesia berkenaan dengan atribut Yohanes Pembaptis yang dipenjara: nabi. Apa artinya? Dalam bahasa Ibrani, katanya, berarti ‘yang dipanggil’. Dipanggil untuk apa? Untuk jadi mediator antara Allah dan umat-Nya. Yohanes ini menyiapkan umat Allah supaya connect dengan Allah-yang-tinggal-bersama-kita, bukan Allah yang setelah mencipta njuk ongkang-ongkang jadi penonton. Ia… Read more

  • Nista Abadi

    Nista Abadi

    Ini curcol yang semula hendak saya tujukan pada teman/saudara Muslim berhubung dengan situasi aneh negeri ini. Saya bersimpati besar terhadap teman dan saudara Muslim yang ternistakan oleh beberapa kasus belakangan ini (tanpa melupakan bencana di Aceh): Ahok Jakarta, Mabuga Bandung, baliho-balihi Jogja. Akan tetapi, saya segera sadar, penistaan ini (meskipun terhubung dengan agama Islam) bukanlah… Read more

  • Merintis Neraka

    Merintis Neraka

    Tetangga kamar saya suka sekali menirukan pertanyaan mendiang misionaris Belanda (atau Jerman ya saya lupa, tanya saja pada tetangga saya itu atau langsung pada mendiang misionarisnya). Misionaris ini sangat fasih berbahasa Jawa, tetapi namanya manusia, sefasih-fasihnya beliau kok ya ada saatnya macet juga. Ia bertanya dalam bahasa Jawa: Para sadulur, basa jawane ‘lupa’ kuwi apa… Read more

  • Pelahap Neraka

    Pelahap Neraka

    Hidup yang terus menerus dalam suasana undecided itu sangat tidak mengenakkan hati, juga dalam hal beragama, apalagi dalam hal jodoh, eaaaa. Tak sedikit orang yang belajar aneka macam agama tetapi tak memutuskan untuk melibati salah satunya. Akhirnya, hidupnya cuma seolah-olah: seakan-akan tahu agama A B C D, tetapi yang diketahuinya ya cuma yang ekstrinsik, betapapun… Read more