Collect moments, not things.
-

Jatuh Lebay
“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan secara tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” Jantung orang bisa berdetak begitu lamban sampai akhirnya berhenti. Pun halnya dengan hati orang, bisa begitu lamban karena beratnya hidup yang dijalaninya. Tapi orang sableng kita hari… Read more
-

Pernah diPHP Tuhan?
Bagaimana orang menghadapi litani tragedi yang disodorkan kehidupan ini? Belum selesai kabar duka dicerna, sudah muncul kasus ibu yang, hanya karena kesal karena tidurnya terganggu, menendang anak balitanya (untuk menuliskan akibatnya pun saya tak sampai hati). Seperti anekdot perokok yang membaca bahayanya merokok lalu berhenti (membaca)? Mematikan radio dan televisi? Mengosongkan pikiran dengan meditasi? Anjuran… Read more
-

Penggusur Bait Allah
Sejarah dihiasi karya-karya jenius manusia: karya seni, bangunan dengan arsitektur megah, yang memanifestasikan niat manusia untuk membangun monumen-monumen besar yang mengagumkan. Akan tetapi, ada juga manusia yang, barangkali jenius, hobi menghancurkan, menggusur monumen-monumen seperti itu, tak pandang karakter seni atau sejarahnya. Bodo’ amat, yang penting tujuannya tercapai, dan tujuan menghalalkan cara! Komentar Yesus terhadap bangunan… Read more
-

Perut Penuh, Hati Kosong
Orang mungkin dengan mudah mengerti ungkapan “Nehmen füllt die Hände; Geben füllt das Herz” atas jasa situs terjemahan online. Kalimat ini disodorkan oleh Margarete Seemann. Siapa dia? Saya gak kenal secara pribadi, cuma tahu dari halaman daring alias dalam jaringan (internet). Ungkapan itu bisa jadi benang merah untuk refleksi hari-hari ini: Mengambil akan memenuhi tangan;… Read more


