Collect moments, not things.
-

Asisten Garengpung
Andaikanlah Tuhan penulis buku. Apa tulisan pertama? Konon menurut St. Augustinus, buku pertama itu adalah alam semesta dengan segala hukum alamiahnya. Akan tetapi, karena dosa (Augustinus ini suka sekali ya tema-tema berbau kedosaan manusia – dan maklum sih karena hidupnya yang amburadul gak karuan) manusia tak bisa melakukan tafsir seturut kaidah hermeneutika yang wajar: terlalu… Read more
-

Cinta Rese’
Ada anekdot Jawa berupa dialog antara pasutri yang sudah lama menikah. Si suami tidak yakin dengan umur istrinya apakah sudah lima puluh atau belum. Sang isteri bertanya balik kenapa kok menanyakannya, apakah mau membuat pesta khusus untuk lima puluh tahun itu. Si suami menjawab,”Bukan, kalau memang sudah lima puluh, mau kutukar dengan yang 25-an dua… Read more
-

Anytime Now
Orang fanatik atau fundamentalis pada umumnya adalah korban indoktrinasi atau propaganda. Fanatisme makanan tidak sebahaya fanatisme agama, yang selain menjijikkan, berpotensi menghancurkan. Ini tak terbatas pada relasi antaragama, tetapi juga intraagama sendiri bisa muncul fanatisme. Kenapa ya? Tentu saja karena orang-orangnya! Fanatisme bukan persoalan agama, ras, suku, bahasa, melainkan soal orang-orangnya yang cara merasa dan berpikirnya… Read more
-

Mending Jadi Kafir?
Hari ini Gereja Katolik memperingati seorang tokoh jadul bernama Lukas, salah seorang kontributor kompilasi Injil, yang tak terbilang dalam dua belas rasul [dulu waktu masih terlalu bego’ saya mengira dia adalah salah satu dari 12 rasul], tetapi bisa dimasukkan dalam kelompok ‘tujuh puluh murid yang lain’ (karena angka tujuh puluh itu praktis menunjukkan seluruh bangsa… Read more
-

Robot Cinta Eaaa
Sudah sejak lama di negeri tercinta ini Allah diseret masuk dalam panggung politik. Itu menjijikkan. Teks hari ini menyajikan upaya orang banyak supaya Yesus dari Nazareth itu intervensi dalam politik bagi-bagi warisan. Ini juga menjijikkan. Saya sendiri takut kepada orang yang secara lantang menyeret Tuhan dalam keputusan yang dia ambil sendirian. Ini menakutkan, arahnya sama… Read more
-

Doa Menyinyirkan Keadilan
Duluuuuu banget, ketika jauh lebih bego’ dari sekarang, saya memahami frase ‘berdoa dengan tidak jemu-jemu’ dengan kerangka kuantitatif. Artinya, berdoa terus menerus, tiada henti, sesering mungkin, baru berhenti berdoa kalau mau mandi, makan, nonton bal-balan, belajar, dan sebagainya. Memang betul begitu, kan? Namanya tidak jemu-jemu ya gak bosen-bosen. Kalau gak bosen ya terus menerus, sebagaimana mesin, teratur sesuai… Read more
