Collect moments, not things.
-

Doa Menyinyirkan Keadilan
Duluuuuu banget, ketika jauh lebih bego’ dari sekarang, saya memahami frase ‘berdoa dengan tidak jemu-jemu’ dengan kerangka kuantitatif. Artinya, berdoa terus menerus, tiada henti, sesering mungkin, baru berhenti berdoa kalau mau mandi, makan, nonton bal-balan, belajar, dan sebagainya. Memang betul begitu, kan? Namanya tidak jemu-jemu ya gak bosen-bosen. Kalau gak bosen ya terus menerus, sebagaimana mesin, teratur sesuai… Read more
-

Tiada Ampun bagimu
Yang privat tidak selalu personal, apalagi yang publik. Begitu masuk ranah publik, orang berhadapan dengan sesuatu yang impersonal: struktur, sistem, ideologi, conditionings, prasangka, asumsi, dan sebagainya. Contoh sederhana ialah rasa grogi seseorang yang hendak menampilkan dirinya di depan publik. Di kamarnya sendiri ia bisa menghadapi cermin untuk berorasi dengan berapi-api, ia bisa mengekspresikan dirinya dengan sangat… Read more
-

Selektif Mendengarkan
Beberapa orang sangat selektif dalam mendengarkan. Suara yang masuk ke telinga disaring dengan kategori suka atau tidak suka. Kalau yang didengar itu tidak mengenakkan hati, ia takkan berusaha memahaminya; kalau suara atau nadanya menyenangkan, ia membelalakkan mata dan berusaha mendengarkan lanjutan suara yang didengarnya. Ini masih lanjutan cerita kemarin dulu: ahli Taurat yang mendengar kata-kata… Read more
-

Pemimpin Kafir
Ayat suci memang bisa menyebabkan gaduh ranah publik. Bukan ayat sucinya sendiri yang menggaduhkan, melainkan disposisi batin orang yang menangkapnya. Ayat suci menuntun orang supaya kembali kepada jalan Allah juga meskipun terdengar keras, sadis, dan lain-lain; ia mesti ditangkap dalam keseluruhan konteks (juga dengan melihat ayat-ayat suci lainnya) sedemikian rupa sehingga orang semakin membuka diri… Read more
-

Orang Merdeka Tak Mengancam
Kalau kritik pedas Yesus terhadap orang Farisi berlaku juga bagi ahli Taurat, tentu masih terasa pedas juga bagi orang zaman sekarang, sejauh orangnya tak gagal paham. Perseteruan antara Yesus dan pemuka-pemuka agama ini bermula ketika Yesus diundang makan orang Farisi dan jebulnya ia tidak cuci tangan dulu seperti kebiasaan orang Yahudi. Saya tak tahu detail… Read more

