• Pesta Duka

    Pesta Duka

    Refleksi kemarin menyisakan pertanyaan bagaimana konkretnya menyatukan sakit atau penderitaan dengan salib yang diderita Yesus, orang gila dari Nazaret itu. Hari ini tersisa satu jawaban dengan cermin apa yang dibuat oleh Maria yang kedukaannya dipestakan oleh Gereja Katolik dirayakan. Piye toh Mo, duka kok malah dipestakan! Ya mboh! Dalam duka mendalam, dalam luka nan memedihkan, Maria bergeming,… Read more

  • Sakit Dipelihara

    Sakit Dipelihara

    Orang Kristen pada abad awal masehi sebetulnya tak punya simpati terhadap simbol salib. Bisa dimaklumi, wong salib itu memang simbol hukuman keji yang merendahkan, menghina martabat si terhukum. Mereka punya simbol lain bagi iman mereka (ikan, jangkar perahu, gembala, misalnya). Baru setelah Kaisar Konstantinus mendirikan basilika dengan salib emas di Kalvari dan makam suci (13… Read more

  • Allah Absurd?

    Allah Absurd?

    Barangkali satu-satunya keberatan serius terhadap eksistensi Allah yang mahabaik itu adalah fakta penderitaan atau kejahatan yang menimpa orang-orang tak bersalah, orang-orang baik, orang-orang yang tekun mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah. Kok bisa-bisanya orang baik malah terkena musibah, celaka, jadi korban kejahatan? Ini absurd, karena katanya Allah mahabaik. Lain soalnya kalau Allah itu sosok yang moody… Read more

  • Iman yang Seksi

    Iman yang Seksi

    Gusti nyuwun kawelasan. Setelah sekian tahun membaca kisah Injil, hari ini baru ngeh bahwa perwira Romawi itu sudah terlebih dulu mengutus orang tua-tua Yahudi untuk menemui Yesus. Weleh-weleh, jadi selama ini kurang teliti dalam persiapan kontemplasi dong ya. Ya itu makanya Gusti nyuwun kawelasan.  Perwira Romawi ini simpatik sekali, juga di mata orang-orang Yahudi, yang… Read more

  • Allah Korup

    Allah Korup

    Berdasarkan Tap MPR No. I/MPR/2003, butir Pancasila yang semula 36 (seturut Tap MPR No. II/MPR/1978) dikembangkan jadi 45. Dulu saya hafal, tetapi semakin tua itu, katanya, yang berkembang tingkat komprehensinya lebih dari daya hafalnya. Sayangnya, sekarang ini saya malah tidak semakin mengerti mengapa dengan dasar negara ini masih dilanggengkan hukuman mati. Ketuhanan dan kemanusiaan macam… Read more

  • Bebas Bertanggung Syahwat

    Bebas Bertanggung Syahwat

    Ini catatan seorang anak SMA terhadap jargon yang didengarnya: kebebasan yang bertanggung jawab. Catatan ini muncul setelah ia mengobservasi bagaimana teman-temannya memakai ungkapan ‘bebas bertanggung jawab’ justru sebagai rasionalisasi terhadap gelojoh, nafsu, ketidakpedulian mereka terhadap sesama dan lingkungan. Kita sudah akrab dengan ungkapan ‘bebas tapi bertanggung jawab’, tetapi saya tidak begitu sreg dengan kata sambung ‘tapi’… Read more