• Provokator

    Provokator

    Seminggu yang lalu saya mengurungkan seorang anak yang hendak menyalakan satu lilin di altar yang mati tertiup kipas angin saat homili. Dengan sengaja sebelum misa memang kipas angin saya gerakkan supaya tidak secara langsung menyentor saya terus menerus. Sadar dirilah, Brow, badan sudah tua nih, kurang bersahabat dengan angin malam juga dari kipas angin. Dengan eksplisit… Read more

  • Ati Mangkrak

    Ati Mangkrak

    Tak ada entri ‘mangkrak’ dalam KBBI daring (‘dalam jaringan’ alias online) dan maafkan saya karena tak mengerti dari mana kata itu berasal. Dalam kamus bahasa Kawi karya W.J.S. Poerwadarminta pada tautan ini dikatakan bahwa mangkrak berarti mbêngok, nêpsu. Kalau dicocok-cocokkan dengan penggunaan umum di media, barangkali ‘mangkrak’ berarti teriakan suatu proyek yang minta dituntaskan. Maklum,… Read more

  • Full Day’s Work

    Full Day’s Work

    Sebagaimana lilin meleleh karena mendekati api, begitu juga jiwa kosong karena mencari pujian-diri. Ironisnya, jiwa terisi justru dengan jalan kerendahan hati, yang menuntun orang pada penerimaan diri sebagai ciptaan. Meskipun manusia diundang sebagai co-worker Pencipta, dan dengan demikian bisa ikut jadi creator, pada dasarnya ia adalah creature, (makhluk) ciptaan. Maka, apapun yang dimiliki manusia, sesungguhnya tak bisa diklaim… Read more

  • Kangen

    Kangen

    Kemarin mampir di akun Facebook saya klip video tentang sebuah social learning yang kiranya bisa dilihat pada tautan ini. Social experiment ini kiranya perlu diulang kalau objek eksperimennya Yesus dan murid-muridnya. Lha yang lain-lain puasa kok malah Yesus ini diam saja terhadap murid-muridnya. Kelompok Yohanes Pembaptis berpuasa, kelompok orang Farisi juga berpuasa. Kenapa murid-murid Yesus… Read more

  • Hati-Hati Otak-Otak

    Hati-Hati Otak-Otak

    Kesombongan manusia hanya bisa pergi sejauh tapal batas kerendahan hati Allah. Itu mengapa orang sombong dikagumi manusia sombong. Orang-orang macam begini dunia semestanya adalah dunia “otak-otak”, mulai dari otak udang sampai otak di warung makan Padang. Mereka tidak merambah dunia “hati-hati”, dan karenanya hidup dari argumentasi. Mereka pikir, cuma mereka yang punya inteligensi, dengan begitu… Read more

  • Tuman

    Tuman

    Memang dasar sifat manusia ya, gak pernah merasa puas, gak cuma terhadap barang duniawi, tapi juga ‘barang’ yang batiniah. Atau mungkin malah lebih tepat dikatakan, sifat tak pernah merasa puas itu justru mengacu pada ketidakpuasan batiniah, bukan pada barang duniawinya sendiri. Bayangkan PNS yang punya gaji lebih dari cukup, yang masih saja mencari cara untuk… Read more