• Table Manner-nya Agama?

    Table Manner-nya Agama?

    Sudah sejak beberapa tahun belakangan ini kita disodori aneka ungkapan lebay lewat media: jalan kaki dari Jakarta ke Jogja, terjun bebas dari Tugu Monas, potong kemaluan, iris kuping, dan mungkin aneka ungkapan lainnya yang luput dari perhatian saya. Mengapa lebay? Bukan karena halnya tak realistis, melainkan karena yang mengucapkannya adalah orang-orang yang tak punya integritas. Orang… Read more

  • Rotinya Rotinya….

    Rotinya Rotinya….

    Tiga hari topiknya roti: roti surga, roti hidup. Mungkin butuh tiga hari supaya ngeh dengan roti. Mari andaikan Vardy seorang anak membawa roti berjalan-jalan di boulevard bersama ibunya. Roti itu dimakannya sepanjang jalan sampai akhirnya Vardy melihat seorang anak berpakaian kumal duduk di pinggir jalan memegang perutnya sambil menatap roti yang dipegang Vardy. Vardy berhenti… Read more

  • Roti Hidup vs Hati Korup

    Roti Hidup vs Hati Korup

    Tiap orang punya kelaparan mendalam, selain mungkin rasa lapar pada saat membaca posting ini: lapar makna, lapar hidup yang bersinar, lapar kebahagiaan. Akan tetapi, cara orang memuaskan kelaparan jenis ini biasanya mentok pada dimensi fisik dan psikis. Coba bayangkan seorang anak yang dibujuk oleh pamannya sendiri untuk membawa tas berisi bom dengan iming-iming kalau ia… Read more

  • Roti Surga, Selai Neraka

    Roti Surga, Selai Neraka

    Saya punya senior yang dulu hobinya makan sandwich untuk menu sarapan. Keren, kan? Dua potong roti dan di tengahnya gudeg Jogja! Memang sih, tak ada standar sandwich isinya apa karena sandwich sendiri bukanlah substansi makanan, melainkan cara penyajian makanan. Jadi, mau diisi gudeg kek, atau oseng-oseng mercon nek, setangkup roti itu toh bisa dinamai sandwich.… Read more

  • Plesetan Iman

    Plesetan Iman

    Sudah ada posting berjudul Plesetan Allah yang menyajikan permainan kata ‘bayit’. Posting kali ini tidak menyajikan permainan kata, melainkan permainan tanda yang lebih kompleks lagi. Sebagai introduksi mungkin baiklah kita nikmati video berikut ini: Maafkan semesta ini jika video itu tak bisa dibuka pada gawai yang Anda miliki. Pesan video itu sendiri jelas: orang lebih… Read more

  • Komitmen Nol, Cinta Zero

    Komitmen Nol, Cinta Zero

    “Petruk,” panggil Semar. “Opo?” sahut Petruk. “Apakah kamu mencintai aku?” tanya Semar. “Ho’oh,” jawab Petruk. “Kamu bantu ya orang-orang supaya fokus dan setia.” “He’eh…” Belum juga roti dan ikan ditelan, Semar memanggil lagi. “Truk, Truk.” “Iyo,” Petruk mengorek slilitnya (makan ikan aja slilitan). “Betul kamu mencintai aku?” tanya Semar lagi. “Iya, kan tadi dah kujawab!”… Read more