Collect moments, not things.
-

Hati Tanpa Pintu
Kata salah seorang peraih nobel sastra, Herman Hesse, tak ada hal yang lebih sulit daripada menuntun orang pada kebahagiaannya sendiri. Kenapa ya kira-kira? Kalau menilik bacaan pertama, sepertinya karena tendensi eksklusif orang; itulah yang justru memasukkan orang dalam paradoks: mau makan sendiri kebenaran, akhirnya malah jadi bukan kebenaran, karena gak berlaku bagi orang lain. Petrus… Read more
-

Berminat Jadi Kirik?
Kalau menonton film berbau-bau Katolik di bioskop dengan subtitle bahasa Indonesia, kadang dapat kita tengarai bahwa penerjemah tidak mengerti seluk beluk perbedaan pastor dan pendeta, kurang akrab telinganya dengan panggilan ‘romo’, ‘pater’, ‘padre’ dan lebih mantap menerjemahkan ‘father’ dengan kata ‘ayah’ atau ‘bapak’. Tapi begitulah: sebodo’ amat terjemahan tepat atau tidak, yang penting makin banyak… Read more
-

Rotinya Rotinya….
Tiga hari topiknya roti: roti surga, roti hidup. Mungkin butuh tiga hari supaya ngeh dengan roti. Mari andaikan Vardy seorang anak membawa roti berjalan-jalan di boulevard bersama ibunya. Roti itu dimakannya sepanjang jalan sampai akhirnya Vardy melihat seorang anak berpakaian kumal duduk di pinggir jalan memegang perutnya sambil menatap roti yang dipegang Vardy. Vardy berhenti… Read more
-

Roti Hidup vs Hati Korup
Tiap orang punya kelaparan mendalam, selain mungkin rasa lapar pada saat membaca posting ini: lapar makna, lapar hidup yang bersinar, lapar kebahagiaan. Akan tetapi, cara orang memuaskan kelaparan jenis ini biasanya mentok pada dimensi fisik dan psikis. Coba bayangkan seorang anak yang dibujuk oleh pamannya sendiri untuk membawa tas berisi bom dengan iming-iming kalau ia… Read more


