Collect moments, not things.
-

Mulai dari Kamu… Ya, Kamu!
Bencana tak selalu hanya memuat konsekuensi negatif, ada juga potensi positif yang bisa dikuak karenanya. Ini sudah dibahas dalam posting lalu (lih. Kesempatan Sempit). Teks hari ini menyodorkan episode ketika Yesus mendengar Yohanes Pembaptis ditahan karena suara kenabiannya yang panas terhadap tindak-tanduk Herodes. Yesus menyingkir ke wilayah utara, wilayah pagan atau orang-orang yang tak percaya… Read more
-

Museum Allah
Tidak terlalu sulit, sejauh ada uangnya, memilih oleh-oleh cindera mata dari tempat wisata yang kita kunjungi bagi kerabat kerja atau sanak saudara yang memintanya (kadang dengan paksa). Memberi oleh-oleh macam itu seringkali merupakan ‘formalitas’ sopan santun belaka. Pokoknya asal ada di toko oleh-oleh, khas kota yang kita kunjungi, selesai perkara. Ini beda halnya dengan memberi… Read more
-

Mana Suaranya?
Salah satu godaan atau tantangan bagi pemimpin ialah bagaimana menjaga konsistensi pada visi misi yang menghidupi habitatnya. Ini tak beda jauh dari kompetisi liga sepakbola: tim yang konsistenlah yang biasanya memenangi kejuaraan. Konsistensi ini tidak bergantung pada baik buruknya penampilan tim lain, tetapi pada bagaimana suatu tim memenuhi visi misinya. Yohanes Pembaptis yang ditampilkan dalam… Read more
-

Tahun Haram
Kepada beberapa tukang parkir hari ini saya ucapkan selamat Tahun Baru dan tak seorang pun membalas ucapan itu, tapi saya gak gitu-gitu banget sih, wong itu juga cuma basa basi dan tak lazim. Bahkan mungkin bukan cuma tak lazim, melainkan juga terlarang. Saya gak yakin bahwa tukang-tukang parkir itu berpikir soal haram-haraman. Semua hari ya sama… Read more
-

Good Bye, Ilusi!
Umumnya dalam mengerjakan skripsi atau tesis, bagian pendahuluan itu ditulis pada akhir proses. Injil Yohanes rupanya juga mengikuti yang umum itu. Bagian prolog yang dikutip hari ini kiranya ditulis di akhir, ketika penulisnya sudah punya gambaran komplet mengenai seluruh proyek detil tulisannya. Tapi, maaf, tulisan Yohanes ini ngeri deh. Susah, susah, susah. Tapi coba saya… Read more

