Collect moments, not things.
-

Pernah Patah Hati Gak Sih?
Kalau jatuh cinta itu berjuta rasanya, patah hati pun pasti berjuta rasanya. Hanya saja, jatuh cinta kelihatannya lebih mengasyikkan daripada patah hati. Kenapa? Karena patah memaksa orang untuk berhadapan dengan kenyataan yang sebenarnya! Ihik ihik ihik…… Memang orang yang jatuh cinta juga berhadapan dengan kenyataan sih, tetapi kenyataan itu sudah difilter oleh angan-angan atau harapan… Read more
-

Keras ke Dalam, Lembut ke Luar
Ada suatu kekerasan negatif, yang brutal, bawaan dalam hati manusia. Kekerasan inilah yang merenggut nyawa Yohanes Pembaptis dan para nabi lainnya, yang menyertai rasa cemburu dan arogansi seseorang, yang mewarnai berita-berita kriminal di media. Kekerasan ini juga yang mewarnai aneka peristiwa ‘sepele’ lainnya: klakson berkali-kali lantaran tak sabar atau caci maki terhadap orang lain yang… Read more
-

Doa Aja Ribut… Gak Capek, Brow?
Di manakah orang Jakarta bisa menemukan kedamaian, ketenangan hati? Di puncak? Cisarua? Cipanas? Cikanyere? Lembang? Sukabumi? Biara? Gereja? Kapel adorasi? Masjid? Pura? Pangandaran? Anyer? Di situ, orang menemukan ketenangan tempat, yang gak selalu sinkron dengan kedamaian dan ketenangan hati. Lha ya jelas: namanya ketenangan hati, ya adanya di hati dong. Biarpun orang ada di tempat… Read more
-

Tobatlah, Pak! Mau Sampai Kapan?
Kebanyakan pembaca blog ini, saya rada berani bertaruh, jika karakternya diidentifikasi seturut kisah anak yang hilang (klik di sini), bisa digolongkan dalam tipologi anak sulung: anak baik yang patuh pada orang tuanya, dan karena itu jengkel abis terhadap anak lain yang seenak-enaknya dan ternyata dibiarkan hidup! Siapa yang tak jengkel pada orang yang seenak-enaknya membolak-balik… Read more
-

Takut Dosa, Emang Perlu Gitu?
Dunia ini takut pada segala sesuatu kecuali dosa. Takut pencemaran lingkungan, polusi udara, takut kanker, takut perang nuklir, terorisme, dan sebagainya, tetapi gak takut perang dengan Allah Yang Mahakuasa, yang setelah membunuh orang, masih berkuasa untuk membuangnya ke dalam neraka (Luk 12,4-5). Dampaknya luar biasa: mati rasa rohani, semacam anestesi spiritual. Ada “dosa pembiusan”. Orang… Read more
-

Ngapain Jadi Pertapa?
Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. (Mrk 1:6) Pasti bukan kalimat ini yang menjadi pesan utama bacaan hari ini tetapi apa mau dikata, dalam keheningan hati justru teks itu yang bicara pada saya dan imajinasi melayang ke walang goreng teman yang kulitnya bentol-bentol setelah memakan walang… Read more
