Collect moments, not things.
-

Afirmasi via negasi
Barangkali hidup ini adalah rangkaian jawaban “ya” dan “tidak”, dan kebanyakan dari rangkaian itu ialah jawaban “tidak” terhadap panggilan kebenaran ilahi. Setelah Yeremia menyampaikan nubuatnya, para imam dan nabi mereka serta rakyat justru menyodorkan ancaman bahwa Yeremia harus mati! Ini tak jauh berbeda dengan pengalaman mudik Yesus; bukannya mendapat sambutan melainkan cemoohan, ketidakpercayaan; singkatnya, penolakan… Read more
-

Layu Sebelum Berkembang? Plis Deh
Hari ini Gereja Katolik memperingati Santo Ignasius dari Loyola, seorang pencari Tuhan yang dalam suatu tahap hidupnya mengerti bahwa Allah campur tangan dalam hidupnya, mendidiknya seperti seorang guru mendidik muridnya. Kutipan Kitab Yeremia hari ini lebih keras lagi mengumpamakan Allah sebagai tukang periuk yang bisa dengan bebas meliak-liukkan tanah seturut bentuk yang diinginkannya. Akan tetapi,… Read more
-

Happy kok Maksa
Bacaan pertama dari Kitab Yeremia menyodorkan seruan Yeremia setelah ia mulai ‘menarik diri’ dari kerja publiknya. Bisa dimaklumi; kerja cuma-cuma untuk membantu orang banyak tetapi malah terus menerus mendapat cemooh dan bahkan perlawanan! Mana tahan!!! Mengeluhlah Yeremia, tetapi syukurlah ia mengeluh kepada Tuhan; ia mencari dan menemukan tempat ‘sampah’ yang tepat. Kerendahan hati Yeremia terletak… Read more
-

Rempong versus Bengong
Orang yang pikirannya dipenuhi wacana filosofis, biasanya tidak lagi memikirkan kerepotan dalam mengurus perut (kecuali kalau perut diartikan sebagai kegemukan badan yang ingin dilawannya). Singkatnya, hanya orang yang secara ekonomis relatif mapanlah yang bisa berfilsafat. Ini tentu sudah dipahami baik-baik oleh Maslow: orang yang masih berjuang untuk kebutuhan fisiologis dan rasa amannya, tentu susah untuk… Read more
-

Kembali ke fitrah…
Memang menjadi bagian dari identitas besar itu menimbulkan sensasi yang gimanaaa gitu. Andaikanlah orang berada dalam sebuah tim yang memenangi piala dunia dan bersama beberapa supporter menyanyikan lagu kebangsaan mereka, ia merasakan betapa megah dan besar hidup yang tengah dijalaninya. Sensasi itu yang barangkali juga dialami para penganut agama kristen setelah agama itu menjadi agama… Read more


You must be logged in to post a comment.