Collect moments, not things.
-

Setan Fanatik
Minggu lalu saya melewati suatu daerah bernama Setan. Mungkin di daerah itu ada juga usaha dagang bernama Setan Jaya, Setan Makmur, Maju Setan, Setan Lancar, dan sejenisnya. Apa pun kata sifat yang dilekatkan, pokoknya ada setannya. Seperti Tuhan Allah itu mahahadir, begitu juga setan, ada di mana-mana; termasuk dalam kelompok murid-murid Guru dari Nazareth. [Kalau Read more
-

Empowering Others
Mengenai yang satu ini saya baru saja paham: “Anak manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuhnya, dan tiga hari sesudah dibunuh, ia akan bangkit.” Dulu saya memahami teks itu dengan kacamata cerita guru agama yang turun temurun sampai di telinga saya: Yesus dikhianati Yudas, diserahkan kepada imam kepala, lalu dengan proses Read more
-

Mulai dari Nol
Seminggu kemarin jadwal harian saya penuh dengan penataran dari pagi sampai sore, komplet dengan tugas dan kuis yang mesti dijawab. Intermezzo: saya suka sekali dengan kuisnya, karena kalau saya serius memikirkan jawabannya, saya dapat skor 4 atau bahkan 2, tetapi kalau saya menjawabnya tanpa serius memikirkan jawabannya, saya malah dapat skor 8 atau bahkan 10.😅 Read more
-

Open Sesame
Minggu lalu saya memberi judul komentar saya: badut agama, dan sebetulnya itu karena saya ingat cerita tetangga saya yang pernah mendengar komentar seorang anak ketika ikut beribadat di sebuah gereja Katolik. Anak ini begitu antusias di awal misa itu sehingga bergeseer ke pinggir bangku di tengah gereja untuk menantikan rombongan petugas ibadat berarak menuju altar. Read more
-

Religious Clown
Sejak awal minggu kemarin beberapa kali disinggung perkara aktor/aktris sebagai pribadi yang mesti menampilkan sesuatu yang lain dari apa yang senyatanya ada di hati. Teks bacaan ketiga pada hari ini memberi contoh tentang pilihan gaya hidup akibat kemunafikan itu. Silakan baca sendiri ya teksnya. Tautannya sudah saya sediakan di bawah. Saya hanya ingin menyodorkan tulisan Read more

