Collect moments, not things.
-

Ruko
Coba bayangkan apa jadinya hidup ini tanpa pasar, bukan pasar dalam arti spasial alias lokasi, melainkan dalam arti relasi. Rasa-rasanya tak ada orang yang menata rumahnya tanpa keberadaan pasar ini. Untuk pasang pompa air, saya butuh pasar atau toko bangunan, besi, yang pemiliknya butuh karyawan yang mesti juga tidak gratisan. Ini adalah relasi pasar yang… Read more
-

Minal Minul
Curcol dulu. Saya pernah bersepeda pada saat panas terik dari rumah ke tempat kerja ekstra. Ya cuma lima kilometer, tetapi karena saya belum cukup minum, setiba di kantor itu saya benar-benar sangat kehausan. Saya melihat di meja ada botol minuman dan beberapa gelas kosong, dan saya minta pada teman yang sudah lebih dulu di situ.… Read more
-

Enjoy Aja Lagi
Beberapa waktu lalu saya terima teks digital tulisan seorang direktur lembaga survei yang sangat populer, dan namanya juga mirip figur populer di dunia maya, yang mirip nama teman SD-SMP saya: Denny, bukan manusia ikan. Tulisannya kira-kira tentang pergeseran pemahaman orang mengenai agama di era digital sekarang ini. Orang sekarang lebih cair dalam memahami agama. Saran… Read more
-

Barrier Wall
Cerita singkat hari ini sederhana, tentang hidup orang dalam ketimpangan ekstrem. Yang kaya ya borju banget, yang miskin ya malarat pisan. Akan tetapi, tampaknya Tuhan berpihak pada orang miskin, yaitu Lazarus, yang berarti Allah telah menolong. Loh, katanya mahaadil, kok berpihak pada orang miskin?🤔 Bisa jadi kesan saya bahwa Tuhan berpihak pada orang miskin itu keliru.… Read more
-

Zero-sum
Lagi, paradoks menutup teks bacaan hari ini: kalau mau jadi besar di antara kalian, jadilah pelayan; mau jadi terkemuka, jadilah hamba kalian; begitulah juga nasib Mesias, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani kemanusiaan. Paradoks ini disodorkan sebagai tanggapan atas permintaan murid-murid untuk memastikan atau memesan privilese bagi mereka kelak. “Klèan ini apa tau yang klèan minta? Paradigma klèan cocoknya… Read more
-

Bukan Riang Riyā’
Bukankah kualitas omdo’ atau nato itu tidak eksklusif milik pemuka agama seperti ahli Taurat dan orang Farisi ya? Kualitas pribadi inkoheren seperti itu mestilah dipelihara banyak orang lainnya. Mengapa Guru dari Nazareth itu sedemikian getolnya mengingatkan orang banyak supaya tak ketularan penyakit pemuka agama ini? Berarti bukan penyakit omdo’ dan natonya, bukan? Rupanya memang bukan, karena teks… Read more
