Barrier Wall

Cerita singkat hari ini sederhana, tentang hidup orang dalam ketimpangan ekstrem. Yang kaya ya borju banget, yang miskin ya malarat pisan. Akan tetapi, tampaknya Tuhan berpihak pada orang miskin, yaitu Lazarus, yang berarti Allah telah menolong.
Loh, katanya mahaadil, kok berpihak pada orang miskin?🤔
Bisa jadi kesan saya bahwa Tuhan berpihak pada orang miskin itu keliru. Akan tetapi, bukankah kualitas yang diterapkan Allah itu tak terukur dengan pola pikir manusiawi? Bisa jadi keadilan Allah memuat keberpihakan.

Kalau menilik ceritanya sendiri, sebetulnya Allah itu ya bukannya tidak berpihak pada orang kaya. Justru karena Dia mengidentifikasi Diri dengan Lazarus, orang kaya itu semestinya bisa berjumpa dengan wajah penderitaan, tetapi orang kayanya sendiri terhalang oleh pintu rumahnya. Tembok penghalang ini tak pernah dibukanya sehingga ia tak pernah mengalami perjumpaan dengan Lazarus, Tuhan yang menolong itu. Ini tak hanya terjadi di dunia sini, tetapi juga di dunia sono, ketika dia lihat Lazarus di pangkuan Abraham. Tembok penghalang itu tak hilang.

Butuh pertobatan untuk menghilangkan tembok penghalang itu, dan mari lihat bagaimana si kaya ini sampai di dunia sono pun masih belum bertobat dan berperilaku seakan-akan semua mesti tunduk padanya dengan pendekatan zero-sum kemarin. Ia memerintah Bapa Abraham supaya menyuruh Lazarus memberinya setetes air. Sudah dijawab dengan prinsip keadilan, yang tak dihargainya di dunia sini pun, ia masih meminta Bapa Abraham supaya menyuruh Lazarus mengingatkan saudara-saudarnya yang masih hidup.
Jadi, maksud lu Lazarus ini balik lagi dari dunia orang mati ke dunia sebelumnya dan bikin heboh gitu? Siapa yang mau percaya sama urang malarat ini? Hebohnya dapet, pesannya enggak, karena kebangkitan begini adalah nonsense.

Tapi tak usah buru-buru omong kebangkitan dulu deh, karena yang justru jadi teka-teki hari ini ialah tembok penghalang itu. Seandainya orang kaya tadi membuka pintu dan menatap keadaan Lazarus saja, barangkali dia masih bisa melakukan tindakan karitatif, memberikan sesuatu dari kelimpahannya. Andaikan orang kaya tadi membuka pintu dan menyadari keadaan Lazarus yang mengenaskan itu, barangkali ia masih bertanya dan menengarai bahwa ada yang tak beres dalam hidupnya, dalam tata kelola masyarakat, dan seterusnya. Syukur-syukur orang kaya ini terlibat mengatasi ketidakberesan, dan tembok penghalang pelan-pelan bisa lenyap, di dunia sini dan dunia sono. Itulah pertobatan.

Tuhan, mohon rahmat supaya kami dapat mengalami pertobatan sejati. Amin.


HARI KAMIS PRAPASKA II
4 Maret 2021

Yer 17,5-10
Luk 16,19-31

Posting 2020: Korban Hoaks
Posting 2019: Halal Gratis Pula

Posting 2018: Wis Kewowogen

Posting 2017: Awas Jurang!

Posting 2016: Buka Pintu Beta Mau Masuke

Posting 2015: When Good Men Do Nothing

Posting 2014: Kemiskinan: Mengandalkan Allah