Halal Gratis Pula

Tahukah Anda? Enggak kan?😂 Itulah alasan saya memberi tahu Anda, bukan karena saya sok tahu loh ya, melainkan karena Anda bukan tahu😝. Nih saya beri tahu: 🥟.
Di Roma itu ada tradisi yang sudah lamaaaaa sekali pada setiap masa pantang dan puasa. Sebagian warga berziarah, tidak ke Yerusalem, Sendangsono, atau Kediri, tetapi mengelilingi tempat-tempat para martir dimakamkan atau yang mengingatkan orang terhadap kenangan akan para martir itu di dalam Kota Roma sendiri. 

Saya pernah tahu salah satu stasi atau perhentian ziarah itu di Gereja Santa Maria in Trastevere. Orang-orang Katolik di Roma berkumpul di sekitar situs para martir Callisto, Cornelio, Giulio dan Calepodio, yang konon dimakamkan di bawah altar Gereja Santa Maria itu. Saya tak begitu menangkap apakah memang teks bacaan hari ini senantiasa dipakai di situs Maria in Trastevere ini, konon sejak abad VI. Akan tetapi, menariknya, tempat itu pula saya tahunya sebagai markas komunitas Sant’Egidio, yang sudah biasa menyediakan makanan gratis terutama kepada para gelandangan. Dengan cocoklogi sepertinya itu klop: Kristus yang hadir di altar tidak lain dari Kristus yang hadir dalam diri orang-orang miskin.

Saya tak perlu bahas lagi soal Lazarus yang menanti-nantikan trickle down effect dari orang kaya itu ya. Saya memang cuma mau memberi tahu Anda soal tradisi ziarah di Roma itu kok, yang kalau digabungkan dengan apa yang dilakukan oleh komunitas Sant’Egidio itu jadi jelas bahwa tradisi bukan soal mengawetkan kebiasaan, melainkan soal menjaga api roh yang menjiwai aktivitas apa saja yang senantiasa jadi pembelaan terhadap kemanusiaan. Alih-alih banyak cakap, saya sisipkan klip video ini saja ya: Sudah halal, gratis pula! Ini menggiurkan. Begitulah mimpi saya kalau jadi caleg: tak perlu okeh ngoceh mengurangi pengangguran, wajibkan saja setiap kota membangun beberapa titik seturut kebutuhan, yang di situ mesti tersedia makanan untuk para pengangguran, gelandangan, musafir, maling, begal, garong, dan seterusnya.
Loh loh loh, enak aja gak kerja dapat makan. Itu gak sesuai dengan nasihat Paulus dong! Haiya kalau jadi pengangguran dan dapat makan gratis setiap hari itu memang enak dan Anda mau begitu, ya silakan. Saya tak melarang Anda jadi pengangguran, dan kalau Anda tak setuju dengan program saya ya tak usah pilih saya. Begitu saja kok repot.

Ha njuk membangun tempat plus menyediakan makan setiap hari itu duitnya dari mana, Rom? Tentu subsidi silang dari orang kaya, yang hendak memuji Allah melalui makanan.
Percayalah pada saya, pilih saya ya nanti pas pileg. Capresnya bolehlah nomor satu [malah wajib nomor satu ding], tapi untuk legislatif, pilihlah saya dengan program halal gratis ini. Saya itu sederhana saja kok mikirnya. Orang itu kalau perutnya keroncongan, susah dikasih nasihat [lha wong sudah kenyang aja masih korupsi, maling, rampok]. Tak usah omong muluk-muluk kepada orang kelaparan, dan daripada kasih recehan ke pengemis jalanan, program saya ini yakin lebih ampuh. 

Tuhan, mohon rahmat supaya kami, orang-orang kaya ini, mampu membuka mata terhadap begitu banyak Lazarus di sekeliling kami. Amin.


HARI KAMIS PRAPASKA II
21 Maret 2019

Yer 17,5-10
Luk 16,19-31

Posting 2018: Wis Kewowogen
Posting 2017: Awas Jurang!

Posting 2016: Buka Pintu Beta Mau Masuke

Posting 2015: When Good Men Do Nothing

Posting 2014: Kemiskinan: Mengandalkan Allah

2 replies

  1. You say ” tradition is not a matter of preserving habits, but a matter of maintaining the spirit of fire that animates any activity that is always defense of humanity. ”
    We are afraid traditions are the dangers for keeping to the right faith. Lots of people are caught by human dogma’s and fill their life with a lot of heathen traditions instead of keeping to the God given feasts.

    The majority of people prefer to hold on such human traditions and feasts instead of holding on the Biblical days of God and ways of celebrating the creation and its Divine Maker.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s