Author: romasety

  • Jagoan Siap Kalah

    Jagoan Siap Kalah

    Musim kampanye hampir tiba kesudahannya. Mari belajar logika selayang pandang dengan memperhatikan isu yang dihembuskan sekelompok orang yang berdasarkan survei internal kelompoknya, paslonnya menang. Kalau kalah, berarti dicurangi. Silakan tebak: di manakah lucunya silogisme atau logikanya? Lucunya ialah gak ada premis mayornya. Kalau adanya cuma premis minor ya gak bisa menyimpulkan apa-apa. Premis…

  • Yang Gak Kenal 1998

    Yang Gak Kenal 1998

    Seiring dengan gencarnya berita via medsos berkenaan dengan pilpres dan pileg, teks bacaan hari ini juga menunjukkan dinamika serupa. Saya terima survei di Jakarta yang menunjukkan bahwa suara yang sangat memengaruhi pilihan seseorang adalah suara pemuka agama, dan persis karena itulah mereka yang bertarung di ranah politik sebisa mungkin menggandeng…

  • Lu Gue Batu Tulis

    Lu Gue Batu Tulis

    Kontroversi hukum mengenai hukuman mati untuk LGBT di negara tetangga belakangan ini seperti jadi konteks untuk bacaan hari ini. Loh, kok isa, wong teks bacaan hari ini ditulis nyaris dua ribu tahun lalu? Saya kasih bocoran deh [bocooooor]: para ahli Kitab Suci sepakat bahwa narasi teks Yohanes ini dicomot dari tulisan lain…

  • Iman Tipis-tipis

    Iman Tipis-tipis

    Apakah keimanan seseorang itu bisa terlihat? Bergantung pada melihatnya pakai apa. Lah, yang namanya melihat ya pakai mata toh, Rom! Ya, tapi kan ada mata kaki, mata sapi, matahari, mata pedang, atau mata keranjang… Ya wis sak karêpmu, Ma! Nèk sakkarêpku ya brarti coblos nomor anu atau una😝! Teks bacaan…

  • Diam-diam Manusia

    Diam-diam Manusia

    Waktunya tinggal dua minggu lagi. Makin dekat saja! Begitulah nuansa yang disodorkan teks bacaan hari ini. Ini bukan soal tubeless-tubelessan Jokowi atau lawannya. Kata senior saya, ia jenuh dengan wacana capres; ia lebih melihat ini soal nyoblos Ma’ruf atau sandi aga’ satu. Amin, Bang. Amiiiiiin. [Ini sudah kelihatan seperti kampanye…

  • Berhati Nyaman?

    Berhati Nyaman?

    Sekitar enam belas abad lalu, ketika mungkin saya masih jadi Amoeba proteus, di salah satu kota di Afrika utara, ada kejadian yang serupa dengan peristiwa belakangan ini di tempat yang istimewah. Cuma ini lebih sangar dan konteksnya memang berbeda. Ada sekelompok orang barbar yang mau masuk kota berbenteng dengan pengawalan…