Author: romasety

  • Tuhan Nomor Satu

    Tuhan Nomor Satu

    Saya sudah mengaku bahwa saya ‘berdarah’ Jerman, jadi kalau kelak di Semifinal Liga Champion Liverpool mesti berhadapan dengan Barcelona, saya tetap akan membela Jerman: entah Klopp atau Ter Stegen. Ndelalahnya tadi pagi saya baca judul berita “Bagi Klopp, Tuhan Nomor Satu, Trofi Yang Kedua“. Ini maksudnya apa jal, wong dia tidak sedang dalam…

  • Penakluk Gunung?

    Penakluk Gunung?

    Tahun lalu saya masih kuat mendaki beberapa bukit dan gunung dalam waktu beberapa hari saja karena untuk menaklukkan bukit dan gunung itu saya cukup duduk manis di bus. Setelah sampai puncak atau mendekati puncak, saya tinggal turun dari bus dan menapakkan kaki beberapa langkah saja. Ini bukan perkara susah. Yang…

  • Mengais Suara Golput

    Mengais Suara Golput

    Seorang kawan mempertanyakan status golput yang rupanya jadi bahan nyinyiran juga menjelang pemilu tahun ini. Pertanyaannya valid: tidak adakah sesuatu yang baik dari golput sehingga mesti jadi bahan nyinyiran negatif? Dalam hati saya menjawab spontan: oh ya jelas ada, sekurang-kurangnya dari perspektif kerohanian, golput adalah manifestasi detachment dalam azas dan dasar, yang tanpanya orang…

  • Maafkan Hoaks

    Maafkan Hoaks

    Konon ada mantan jendral yang sedang berkampanye dan dari atas mobilnya ia memukul tangan seseorang, yang konon adalah petugas keamanan. Belakangan petugas keamanan ini membuat siaran permintaan maaf. Lha wong sudah dipukul mantan jendral yang dikawalnya kok malah minta maaf! Oh, jebulnya petugas ini menjalankan tugas secara kurang humanis, maka dia langsung dimarahi…

  • Rahmat Si Pengampun

    Rahmat Si Pengampun

    Turunkah harga diri orang ketika ia mengampuni kesalahan yang dilakukan orang lain secara membabi buta? Kelihatannya iya, seakan orang pengampun ini tergolong submisif, pesimis, tak punya standar, dan barangkali takut. Akan tetapi, di hadapan teks bacaan hari ini, penilaian itu tak relevan, juga pertanyaan Petrus mengenai berapa kali orang harus…

  • Mau Kiamat?

    Mau Kiamat?

    Entah mengapa wacana kiamat dengan berbagai rumusannya itu menarik orang sejak zaman Yesus sampai sekarang. Praduga saya sih belum berubah: kalau orang tak tahu apa yang mesti dilakukannya di dunia sini seturut kehendak Allah (saking stresnya karena ketidakterdugaan kuasa Allah, misalnya), alias jika orang tak mengerti bagaimana beriman di dunia sini,…