Author: romasety

  • Bangunlah Jiwanya

    Bangunlah Jiwanya

    Di hadapan Tuhan mungkin ada dua kelumpuhan saja. Yang satu kelumpuhan syaraf, seperti diderita oleh seseorang yang dalam teks hari ini dikisahkan terbaring di tempat tidurnya. Yang lainnya adalah kelumpuhan jiwa, seperti dipelihara oleh beberapa ahli Taurat yang menggumam dalam hatinya bahwa guru dari Nazareth itu menista Tuhan atau dalam…

  • Apa Urusan-Mu?

    Apa Urusan-Mu?

    Narasi teks hari ini melayangkan pikiran saya pada tragedi Danau Toba beberapa waktu lalu. Ratusan orang tenggelam bersama kapal yang kelebihan muatan. Memprihatinkan memang dan bisa jadi menggemaskan, seperti halnya naik pesawat yang akan lepas landas atau cari parkiran dan di kiri kanan orang sudah bersibuk ria dengan telpon atau…

  • Martabaknya Bang

    Martabaknya Bang

    Dalam sewindu terakhir, sebagian besar Rabu dan Minggu malam saya isi dengan membeli martabak dan menghabisinya, sejauh tak keduluan tetangga kamar. Tentu tidak setiap Rabu dan Minggu malam itu saya isi martabak, kadang burjo, klepon atau singkong kêju (entah mengapa disebut kêju, padahal singkong itu ya tak pernah lari sendiri…

  • Iman Bersembunyi

    Iman Bersembunyi

    Anda tidak wajib tertawa atau tersenyum mendengar jawaban tebakan “Di mana gajah bersembunyi?” Saya kemarin tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya karena tebakan itu memang disampaikan oleh pelawak. Gak lucu kan kalau pelawak melawak dan saya tidak tertawa? Ya memang terpingkal-pingkal itu agak lebay tetapi karena saya menonton langsung dan hitung-hitung untuk pelepas…

  • Allah Penghukum?

    Allah Penghukum?

    Penulis Injil itu kadang-kadang agak lebay dengan bahasa simbol. Hari ini diceritakan dua perempuan sakit yang terhubung dengan angka dua belas. Perempuan pertama dua belas tahun sakit pendarahan. Perempuan kedua yang dianggap sudah mati, bangun lagi dan berjalan karena umurnya sudah dua belas tahun. Lha, rak gak ada hubungannya antara…

  • Dukun Quick Count

    Dukun Quick Count

    Kemarin dulu saya singgung orang-pintar-dalam-tanda-petik dan kemarin muncul berita orang yang mengklaim orang-pintar-dalam-tanda-petiknya lebih joss daripada lembaga survei yang bersliweran selama Pilkada lalu. Ya, dia pakai istilah dukun dan populerlah berita perseteruan antara dukun dan lembaga survei. Saya kira yang bikin populer bukan dukun vs lembaga surveinya sih, melainkan tokoh…