Author: romasety
-

Wajah Sendu
Anda tahu dong bedanya antara seorang tua yang melakukan come back sebagai perdana menteri dan seorang tua yang kêbêlêt jadi presiden. Tanpa saya sebut namanya, Anda pasti tahu siapa yang saya maksud. Iya betul itu. Janjané saya tak antusias menyinggungnya lagi, tapi entah mengapa polah lakunya itu semakin tua kok malah bikin gemes-gemes gimana…
-

Menista Kemanusiaan
Menista agama di negeri ini sepertinya dianggap lebih parah daripada menista Roh Kudus. Kenapa? Ya karena poligama toh, karena agama lebih potensial berkelindan dengan politik. Sentimen itu jadi salah satu elemen ampuh dalam kampanye politik. Orang-orang yang begini ini akan tidak senang pada kerja Roh Kudus yang melampaui sekat sentimen…
-

Salah Sangka
Saya tidak yakin apakah frase ‘menyimpan semua perkara itu dalam hatinya’ pada teks hari ini berarti menyimpan rahasia dalam hati. Jadi, tak apalah kalau hari ini saya curcol lagi. Kemarin dibahas soal hati nan kudus dan hari ini hati tersuci. Apa bedanya ya? Mirip tapi beda orang. Yang hari ini berkenaan…
-

Hati Risau
Kalau di dunia ini ada lima ribu agama, sekurang-kurangnya ada lima ribu konsep mengenai Allah. Akan tetapi, kalau ada satu milyar penganut agama tertentu, sekurang-kurangnya ada satu milyar konsep mengenai Allah juga. Masing-masing dari kita punya gagasan tersendiri mengenai Allah dengan menggabungkan hal-hal yang pernah kita dengar, kita pelajari, keyakinan…
-

Berantas Kebodohan
Apa artinya menjadi orang beriman di tengah zaman yang orang-orang beragamanya menghidupi poligama rebutan kekuasaan? Apa artinya menjadi murid di tempat banyak orang berpedoman “yang lain juga banyak yang melakukannya”? Apa artinya percaya kepada Allah pada saat orang banyak melakukan kebodohan demi kebodohan? Bukan apa-apa, soalnya memang poligama, heteronomi, kebodohan…
-

Kelak Poliandri?
Pada kolom comment fesbuk saya muncul pertanyaan penting untuk posting mengenai hancurnya paradigma keluarga modern yang baru akan saya bagikan hari ini. Yang bertanya ini rupanya memang visioner dan pertanyaannya tidak mudah saya jawab, tetapi rupanya ada dalam teks bacaan hari ini. Pertanyaannya terkait dengan kalimat bahwa free sex posmodern memuat kesalahan metodologis: apa sih kesalahan…