Author: romasety
-

Cara Hidup Sukses
Diskusi di kelas mengingatkan saya pada fenomena karoshi di Jepang (itu loh kematian karena kerja keterlaluan, sayang tak saya temukan video yang pernah saya lihat; orang bisa tahu-tahu tidur di sembarang tempat saking lelah dan ngantuknya), tetapi juga beberapa belas tahun lalu para senior saya di Macau sudah menyinggung mentalitas…
-

Cinta Rentenir
Setiap berangkat atau pulang sekolah, saya melewati warung mebel (bacanya mèbêl) yang berjudul ‘Berdikari’. Maklum, warungnya ini persis di sebelah kompleks sekolah saya di Blok Q, Jakarta (coklat ngaku Betawi). Waktu itu saya tidak tahu bahwa itu adalah akronim dari berdiri di atas kaki sendiri. Ya maklumlah, saya juga tidak pernah…
-

Terserah Kaulah, Tuhan
Saya tak begitu suka dengan alusi hidup sebagai roda, membuat orang kadang berada di atas, kadang di bawah. Entahlah, mungkin saya punya trauma dengan roda. Tapi alih-alih membahas ketidaksukaan terhadap roda sebagai bingkai melihat kehidupan, lebih baik memberikan solusi toh? Solusinya adalah bingkai ‘naik-turun’ seperti dikisahkan dalam teks bacaan hari…
-

Hidup Yang Dihadiahkan
Konon seorang rabi Yahudi diduga tak ingin diketahui publik dalam pertemuan pribadinya dengan guru dari Nazareth. Ya apa kata orang nanti kalau tahu bahwa tokoh Yahudi bersilaturahmi dengan Yesus yang jadi pergunjingan negatif para pemuka agama? Maka tak heran bahwa dia datang malam-malam, supaya tak ketahuan. Akan tetapi, tetangga jauh…
-

Orang Bukan Bukan
Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. Begitulah kiranya ide dasar dalam Kitab 1 Samuel bab 16 ayat 7. Dengan itu saja cukuplah bisa dimengerti teks bacaan hari ini. Jadi, sudah ya, itu saja…. Tapi mosok postingannya cuma 42 kata sih, kayak update status dong, ihik ihik ihik. Baiglah, saya tambahi yang…
-

Pertama dan Terakhir
Memang tak ada (cinta) pertama tanpa (cinta) kedua. Ungkapan ‘pertama dan terakhir’ biasanya berbau lebay. Itu seperti Anda mendengar atau mengatakan ‘engkaulah satu-satunya’. Itu jelas, setiap orang unik, tak perlu digombali dengan satu-satunya; tapi siapa yang bisa melarang kalau orang mau ngegombal “Kaulah yang pertama dan terakhir” sih? Masih ingat cerita 90-an…