Author: romasety
-

Juara Dunia? Tenané…
Celakalah orang yang sudah merasa diri diselamatkan sebelum berjumpa dengan Allah, Sumber Selamat, bukan judul bus AKAP. Celakanya, ada banyak orang celaka karena mengklaim diri sebagai pemilik Kerajaan Allah (lha wong begitulah yang diajarkan agama dan Kitab Suci), karena begitu yakin tidak tergolong sebagai orang kafir (lha wong percaya kepada…
-

Meributkan Atribut
Tak pernah ada kamusnya bahwa menjadi orang beriman itu gampang. Untuk beragama, serumit-rumitnya prosedur atau selama-lamanya waktu yang dibutuhkan orang, memang gampang. Ambillah contoh yang saya tahu persis. Untuk beragama Katolik itu dibutuhkan minimal setahun atau enam bulan pelajaran dan ada ujiannya juga. Kalau tidak lulus dan masih ingin jadi…
-

Kompetensi Duit
Panggilan umat beriman tidak terletak pada upaya menjawab pertanyaan jenis tanah apa yang merepresentasikan dirinya (pinggiran jalan, tanah berbatu, semak berduri, atau tanah subur). Kalau fokusnya di situ, biasanya orang malah bisa jatuh dalam sikap deterministik atau bahkan fatalistik yang tecermin dalam ungkapan seperti “ya aku memang bukan orang kudus”…
-

Persekusi
Tahukah Anda apa hubungan judul dengan isi posting kali ini? Pasti tidak, karena saya pun tak tahu apa hubungannya, wong memang ini baru pengantar. Dasar ndeso…. Bacaan hari ini memang berisi wanti-wanti, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk meneguhkan orang beriman. Maklum, teks ini memang ditulis pada saat para pengikut murid Kristus itu mengalami persekusi.…
-

(Sate) Kambing Tua
Catatan Yesus hari ini tampaknya kontradiktif dengan perumpamaan gembala yang baik yang bahkan meninggalkan 99 dombanya untuk menemukan satu domba yang hilang (Luk 15,4). Betapa tingginya rasa aman yang ditimbulkan oleh sosok gembala seperti itu, tetapi alih-alih memberi rasa aman, kali ini malah dia mewanti-wanti bagaimana tugas perutusan yang diberikannya…
-

Sini Pergi
Dulu sudah pernah dikatakan di sini bahwa panggilan umat beriman, entah apapun agamanya, adalah tinggal bersama Allah. Dari pihak manusia, itu adalah soal mendengarkan Sabda-Nya (bukan struktur agamanya), menangkap substansi kemanusiaan dalam setiap perjumpaan, karena di situlah Allah mewahyukan Diri. Jadi, mboh Anda suksesnya setengah mati atau ancurnya seburuk-buruknya kehancuran,…