Author: romasety
-

Sudah Happy?
Ini ilustrasi yang dicuplik dari publikasi A Theory of Love: Konon ada seorang anak yang kaya raya disenangi banyak teman (sebetulnya bukan cuma konon ya). Warisan ortunya. Ia begitu senangnya sehingga bisa berfoya-foya dengan teman-temannya. Tak mengherankan, semua teman menyanjungnya. Lama kelamaan, ia kehabisan uang dan jatuh melarat. Teman-temannya satu…
-

Ada Rahmat Malu?
Orang yang kepercayaan dirinya minim biasanya menaruh kecurigaan terhadap pihak lain, seakan-akan mereka hendak menerkamnya, mempermalukannya, menghinanya, menghancurkannya, dan seterusnya. Dalam logika orang seperti ini bisa berlaku jargon “bunuh atau dibunuh”, “serang atau diserang”, dan sejenisnya. Ketika paradigma itu ditarik ke wilayah agama, hasilnya ya kurang lebih sama saja. Orang…
-

Drama Interior
Tak mudah memahami seseorang yang bersahabat dengan orang yang dikritiknya habis-habisan. Bagaimana mungkin orang tidak menyetujui pilihan fundamental orang lain dan toh tetap berteman, apalagi bersahabat dengannya? Ini aneh. Barangkali orang macam ini ya punya split-personality! Entahlah. Hari ini, Zakheus mencari tahu siapa orang yang mungkin punya split-personality itu. Konon…
-

Cinta Itu Rendah Hati
Hanya yang rendah hatilah yang tahu bagaimana sesungguhnya mencinta. Ini bukan kata-kata saya, melainkan kata-kata seorang yang pakar dalam kedosaan sejak masa kecilnya dan bertobat setelah umur 30 tahun. Namanya Augustinus. Saya tak tahu kenapa ia mengatakan itu. Barangkali karena tindakan mencinta adalah tindakan ilahi seperti disinggung dalam posting yang…
-

Agama Pilihan
Otomatisasi memudahkan orang untuk merealisasikan keinginan dalam benaknya. Bayangkan kalau Anda ingin ke Paris dan otomatis mak cling Anda sudah di Paris; atau andaikanlah Anda mau makan tiramisu dan otomatis sebongkah tiramisu tersaji. Menyenangkan, bukan? Otomatisasi memang memudahkan dan bisa menyenangkan, dan blog ini menyodorkan keyakinan bahwa kemudahan itu memang…
-

Benci Dosa Cinta Pendosa
Dalam film Ben Hur edisi lama, yang jauh lebih laris dan durasinya lebih panjang, ada dialog menarik antara Messala dan Sextus, pendahulunya. Sextus mengalami kesulitan menumpas pemberontak, dan lebih sulit lagi memusnahkan pengaruh ‘ideologi’ yang ditanamkan oleh sosok yang disebut mesias oleh sebagian orang Yahudi. Messala yakin dengan solusinya: sodorkan…