Author: romasety

  • Bahagia yang Lupa Derita

    Bahagia yang Lupa Derita

    Konon ada orang yang sewaktu melahirkan bayinya tidak merasakan sakit dan menganalogikan proses kelahiran anaknya laksana buang hajat. Ya ampun, moga-moga anaknya bukan hajat yang dibuang. Ibu ini mungkin tidak masuk dalam hitungan yang dipakai Yesus untuk membuat contoh kegembiraan yang muncul dari iman, soalnya teks hari ini bunyinya begitu:…

  • Mari Move On dari Mantan

    Mari Move On dari Mantan

    Mungkin tak ada yang lebih membebaskan batin daripada pengakuan diri sebagai orang bodoh. Salah satu pertanyaan bodoh ialah kapan Yesus ini naik ke surga, dan selama empat puluh hari itu dia ngapain aja, mosok cuma bolak-balik eksis menampakkan diri pada murid-muridnya? Gada kerjaan yang lebih heroik gitu? Saya merasa bodoh dengan…

  • Butuh Teman…

    Butuh Teman…

    It’s only with the heart that one can see rightly; what is essential is invisible to the eye. Begitulah terjemahan ungkapan Antoine de Saint-Exupéry dan ungkapan itu saya kira jadi benang merah bagi timbunan kata dalam blog ini. Ngalor-ngidul ke sana kemari, bikin orang puyeng, sebetulnya ya cuma mau bilang…

  • “Pusing” The Limit

    “Pusing” The Limit

    Dalam tradisi Gereja Katolik ada hal yang sebetulnya rada bikin miris berkenaan dengan relikwi (peninggalan berupa bagian tubuh atau pakaian orang-orang suci). Mirisnya kenapa? Karena ada nuansa mutilasi! Kepalanya disimpan di mana, kelingkingnya di mana, tidak jadi satu. Biasanya relikwi ini disisipkan di altar, tempat imam mencium altar itu loh.…

  • Terpaksa Sekolah?

    Terpaksa Sekolah?

    Beberapa kali saya mendapat feedback positif bahwa pembaca mendapat inspirasi setelah membaca refleksi yang saya letakkan dalam blog ini. Ketika feedback itu bermetamorfosa sebagai pujian, saya langsung alert: saya sungguh bersyukur kalau refleksi yang saya tulis ini bermanfaat, tetapi inspirasi tidak berasal dari (tulisan) saya. Ini sama sekali bukan trik…

  • Salam Lebay

    Salam Lebay

    Saya bukan orang Arab tetapi saya jauh lebih senang ungkapan as-salāmuʿalaykum daripada salam lebay yang kerap disodorkan dalam forum-forum formal di negeri ini: salam sejahtera atau syalom. Loh, gimana toh Romo ini? Itu kan justru lebih biblis, lebih Kristiani, bahkan salam sejahtera itu juga disodorkan pada bacaan Injil hari ini? Kok…