Author: romasety
-

Tertawakanlah Diri Sendiri
Salah satu ketrampilan komedian ialah mengubah sisi gelap kehidupan menjadi bahan tertawaan. Dari mereka kita bisa belajar bahwa bisa jadi orang jatuh atau memulai hidupnya dengan kegelapan, tetapi tak berarti bahwa kita mesti melanjutkan peziarahan hidup dengan cara seperti itu. Orang perlu mengakui sisi gelap hidupnya. Semakin kita menyangkalnya, semakin…
-

Gerakan Agama Nusantara
Dulu seorang anak mesti bergantian memakai teplok dengan kakak atau adiknya untuk baca tulis di malam hari. Perkembangan teknologi memungkinkan cahaya itu bisa diakses beberapa orang secara simultan. Tentu saja, lampu baru berguna untuk baca tulis di malam hari jika diletakkan di atas meja (kecuali jika baca tulisnya di bawah…
-

Hidup Itu Sulit, Mati Gampang…
Tokoh kontroversial kita bulan ini, Bli Tawan, yang mengundang kemunculan para ahli teknik Indonesia di dunia maya (entah ahli beneran atau kelompok fundamentalis dalam sains) dalam salah satu wawancaranya konon mengatakan,”Hidup itu sulit, kalau mati gampang.” Saya hendak memperkaya pemahaman teks Kitab Suci dengan pernyataan Bli Tawan dan, sebaliknya, memperkaya…
-

Ayo Investasi
Agama tak pernah jadi jaminan keselamatan. Sering agama justru jadi sarana keserakahan, jadi ajang kejahatan, jadi alat kelaknatan orang karena menciptakan peluang untuk mengeksklusikan mereka yang tak beragama atau beragama lain. Jadi kalau orang merasa punya akses pada keselamatan, entah surgawi entah duniawi (lha emangnya itu beda ya?), semata karena…
-

Jangan Mengobjekkan Tuhan
Mungkin ini bisa dibilang lanjutan posting bunuh-bunuhan Buddha dan Yesus itu (Let’s Kill Jesus) dengan rumusan lain: jangan coba-coba menggapai Tuhan dengan pikiran Anda, Anda takkan pernah berhasil; gapailah Dia dengan cinta, itu mungkin (Charles de Foucauld). Loh, kata Romo cinta itu ya mikir, bukan sekadar rasa merasa; jadi ya…
-

Mohon Penjelasan Pak Pulisi
Kita tahu, bukan cuma cabe yang bisa jadi pedas, melainkan juga kata-kata. Bukan hanya cabe-cabean yang rasanya hambar (tergantung bahannya juga sih sebetulnya: coklat, keju, kayu, atau plastik, misalnya), melainkan juga kata-kata basi. Kata-kata basi, kata-kata kosong, tak bersentuhan dengan realitas hidup konkret seseorang. Itu mengapa slogan muluk bisa berubah…