Category: Daily Reflection

  • God’s Coming

    God’s Coming

    Andaikan nih ya, minggu depan pandemi usai, Anda masuk kerja seperti sebelum pandemi, dan seminggu sesudahnya dipastikan kiamat, akankah Anda tetap bekerja seperti biasa, atau Anda memilih untuk berhenti bekerja karena tanpa kerja pun Anda masih bisa hidup sampai kiamat? Kalau Anda memilih berhenti bekerja, apa yang Anda lakukan menjelang kiamat?…

  • Dapat Receh Doang

    Dapat Receh Doang

    Mengapa Guru dari Nazareth kelihatan begitu antipati terhadap ahli Kitab Suci dan kaum Farisi pada masa hidupnya? Sebentar, tentu bukan generalisasi, tidak semua ahli Kitab Suci dan kaum Farisi jadi sosok yang dikecam habis-habisan oleh sang Guru ini. Hanya mereka yang munafiklah yang dikritiknya. Teks bacaan hari ini adalah kelanjutan…

  • Fariseisme

    Fariseisme

    Saya tidak tahu apakah ada istilah medis untuk fariseisme. Ini merujuk pada kualitas hidup keagamaan kelompok Farisi pada masa hidup Guru dari Nazareth. Pada kenyataannya, di sepanjang segala abad, mesti saja penghayatan seperti itu ada karena setiap orang, Anda dan saya, punya potensi fariseisme ini tanpa harus jadi tokoh agama.…

  • Iman Telur Ayam

    Iman Telur Ayam

    Tokoh yang dipestakan Gereja Katolik hari ini mengajarkan kepada saya bahwa beriman bukan perkara “Mana lebih dulu, telur atau ayam”. Itu perkara mudah sekali, karena telur jelas duluan. Loh, Romo ini ngaco, kalau gak ada ayam, gimana mungkin ada telur ayamnya jal? Lho lha iya, kalau kita tanya mana lebih…

  • Bukan Bu Tejo

    Bukan Bu Tejo

    Akhir pekan ini mungkin Anda terhibur dengan gerakan aksi menyelamatkan Indonesia, yang mendapat tanggapan gerakan lain yang hendak merapatkan Indonesia tanah air. Lumayan buat hiburan; banyak orang butuh panggung, yang mungkin malah dicari untuk memperlihatkan kualitas kentangnya, seperti hapé keponakan saya yang sering disebutnya hapé kentang. Saya tidak yakin bahwa pengusung…

  • Untuk Melayani

    Untuk Melayani

    Sekarang saya menulis renungan untuk peringatan Bunda Maria dengan atributnya sebagai ratu, dan dasarnya cuma sepenggal kalimat dalam teks bacaan hari ini: Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Saya tidak lagi memahaminya sebagai kalimat eksklusif untuk Bunda Maria. Tuhan menyertai Bunda Maria, menyertai putranya, menyertai murid-murid putranya, menyertai Anda semua…