Category: Daily Reflection

  • Karantina Cinta?

    Karantina Cinta?

    Kelemahan bukan menu favorit bagi kebanyakan orang, juga dalam masa pandemi saat ini. Kelemahan bisa jadi kambing hitam atas penyebaran virus yang menjadi-jadi: kelemahan fisik, kebijakan, ekonomi, mental, kultural, dan sebagainya. Untuk menghadapi pandemi ini orang mesti membangun kekuatan fisik, mental, dan bla bla bla itu dan dengan demikian, kelemahan…

  • Bukan Akhir Segalanya

    Bukan Akhir Segalanya

    Anda mungkin sempat melihat foto seorang presiden yang baru saja kesripahan duduk sendirian menyeka wajah dengan punggung telapak tangannya. Sang pemimpin ini sebelumnya berpesan supaya stafnya tidak usah datang melayat dan fokus pada kerja penanganan Covid-19. Ia sendiri tidak berlama-lama dengan masa dukanya dan seusai pemakaman jenazah ibunya, segera mengikuti…

  • Back to Nature?

    Back to Nature?

    Dari sekian kesaksian mereka yang melakukan social distancing dengan working from home saya dapati kisah-kisah menarik nan lucu. Lebih dari itu, saya tangkap juga bagaimana orang mulai sadar akan apa yang sesungguhnya penting dalam hidup mereka, yang selama ini mereka abaikan begitu saja. Barangkali orang sebetulnya sadar akan apa yang…

  • Corona Hates Nyepi

    Corona Hates Nyepi

    Bagaimana di tengah pandemi korona ini orang bisa merayakan kabar sukacita? Bagaimana mungkin suasana prihatin diisi dengan sukaria? Mungkinkah orang bergembira dalam kesedihan? Bahkan seorang striker tahu benar bagaimana rasanya menceploskan bola ke gawang tim lawan yang sampai pada musim sebelumnya adalah tim yang dicintai bersama para suporter yang membesarkan…

  • Santuy Kok Harus

    Santuy Kok Harus

    Beberapa hari setelah kasus pertama Covid-19 diumumkan Presiden, saya melockdown limapuluhan orang generasi Z selama empat hari tiga malam di area seluas kurang dari dua hektar. Ini tidak main-main. Gawai disita. Yang membawa laptop bahkan meletakkannya di ruang pertemuan. Di Italia masih bisa terjadi orang menyanyi dan berteriak-teriak dari balkon…

  • Nasi Mutěr

    Nasi Mutěr

    Anda sewajarnya prihatin ketika melihat kerumunan di tempat nongkrong pada saat virulensi Covid-19 meningkat. Jangankan kerumunan orang-orang nongkrong gak jelas, bahkan kerumunan orang antre sembako pun pantas membuat Anda miris (dan mungkin kemropok pada gabenernya). Di tempat tinggal saya ini, kepadatan lalu lintas hilang, tetapi tetap ada lalu lalang kendaraan, termasuk kendaraan…