Category: Daily Reflection

  • Salah Obat?

    Salah Obat?

    Kemarin ada tetangga yang ingin memulangkan papanya. Dua tahun belakangan ini gak pulang. Dua kali reuni absen. Selisik punya selisik, dia tak mengakui ketua RT yang terpilih secara demokratis. Tambah lagi, komplotan papanya yang suka reuni ini malah nyinyir bahwa ketua RT dan stafnya adalah representasi kaum zalim, tiran, represif,…

  • Takut Khilaf

    Takut Khilaf

    Kemarin di gawai saya hinggap video motivator kinyis-kinyis yang saya tak tahu namanya, tapi ada reza-rezanya gitu deh. Intinya, orang tak perlu khawatir dengan khilafah karena itu cuma sekadar kesatuan komando, komando bagi umat Islam. Jadi, kalau berpikir itu jangan kerdil. Khilafah itu ya seperti Vatikan bagi umat Katolik atau RRC…

  • Selesai Tapi Belum

    Selesai Tapi Belum

    Anda yang belum pernah dengar istilah Jawa anyang-anyangěn mungkin bisa melongok posting anyang-anyangěn. Hari ini saya memberi perspektif lain dari anyang-anyangěn [gèk opo cak pentingé anyang-anyangěn pake’ dibahas segala?]. Soalnya, anyang-anyangěn itu menawarkan kelegaan semu. ‘Sudah-tapi-belum’nya bikin gimana gitu. Yang akan saya tawarkan ini juga sebetulnya bikin gimana gitu, tapi…

  • Pastor Bodoh

    Pastor Bodoh

    Dalam prasangka saya, orang Indonesia itu kalau diberi cerita lalu akan mencari pesan moral cerita itu. Anda tahu, kalau sudah berhadapan moral, orang macam ini spontan berpikir dengan kategori “boleh atau tidak”, “jangan atau harus”, dan sejenisnya. Entah siapa yang mengajarkannya; mungkin alasannya mulia juga: supaya hidup orang bermoral. Padahal,…

  • Sudah Korupsi Hari Ini?

    Sudah Korupsi Hari Ini?

    Sesaat sebelum landing, pramugari pesawat yang saya tumpangi memberi pengumuman demikian: jangan lupa, besok hari Senin adalah Hari Antikorupsi Sedunia. Begitu cerita tetangga kamar saya yang kemarin mengudara bersama pesawat milik BUMN yang mungkin pernah dipakai untuk mengangkut hasil mutilasi Davidson dan Brompton. Sebetulnya gapapa toh mengangkut mutilasi Davidson dan…

  • Setip Anyar

    Setip Anyar

    Saya sekali saja menginjakkan kaki di padang gurun tempat Yohanes Pembaptis berteriak-teriak dan tak berniat lagi ke sana. Puanasé pol! Jadi “suara yang berseru-seru di padang gurun” kiranya bukan pekerjaan gampang. Bukan saja karena medannya menyiksa, melainkan juga isi suaranya yang susah: Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat! Zaman now saya kira…