Category: Daily Reflection

  • Temannya Gundala

    Temannya Gundala

    Kemarin siang, bak disambar petir, saya mendapat pertanyaan dari orang muda, ya persisnya sesama orang muda sih, cuma umur saya dah hampir tiga kali lipat umurnya😂😂😂. Begini pertanyaannya, bikin mak jleb: Apa perlu tujuan hidup? Mati kowe! Gimana jawabnya, coba? Kalau ditanyai begitu, akankah Anda jawab ‘tidak perlu’? Enggak, kan?…

  • Spiritual Disruption

    Spiritual Disruption

    Poin ini sudah saya singgung pada posting Bencilah Cinta, tetapi saya sodorkan lagi sebagai koreksi kekeliruan tafsir saya pada posting itu karena rupanya saat membaca teks tafsirnya itu saya terpengaruh oleh prasangka budaya saya sendiri. Maafkan kekhilafan saya, meskipun di situ saya ungkapkan juga keraguan saya. Dalam kultur semitik, ajakan…

  • Gift, No Matter What

    Gift, No Matter What

    Sudah sejak lama saya terganggu oleh konsep dalam agama yang menunjukkan suatu privilese: bangsa atau umat pilihan Allah, misalnya. Sejak kapan Allah ikut pemilu menentukan umat atau bangsa mana yang jadi idola-Nya? Saya tidak sedang bicara mengenai agama tertentu, tetapi sedang mewaspadai cara berpikir di balik konsep yang dipakai agama.…

  • Subversif Gratis

    Subversif Gratis

    Adakah hal yang lebih subversif zaman now ini daripada gratuity? Sepertinya memang gratuity itu antikemapanan karena kemapanan senantiasa jadi tujuan kompromi politik yang merambah setiap lapis kehidupan bersama. Ya mau apa lagi, memang stabilitas itu diperlukan karena tanpa stabilitas, yang antikemapanan itu tadi bikin segala yang mapan hancur dan, kalau…

  • Lirikan Matamu

    Lirikan Matamu

    Perhatikanlah lirikan mata Anda: menarik hati atau memantik benci. Kalau ternyata menarik hati, barangkali Anda penggemar lagu ciptaan A. Rafiq. Kalau jebulnya memantik benci, entah apa yang merasuki Anda. Pokoknya, tatapan mata itu komunikatif, jadi cerminan jiwa yang kepo, penuh selidik, marah, benci, sayang, sombong, penuh antusiasme, kebosanan, dan sebagainya.…

  • Urip Kang Urup

    Urip Kang Urup

    Sewindu yang lalu saya berkesempatan ziarah ke makam para Wali Sanga (kalau dibaca orang Jogja jadi Wali Songo dengan vokal ‘o’ pada kata pojok) dan di tempat-tempat itulah saya merayakan apa yang dirayakan Gereja Katolik hari ini: mengenangkan arwah semua orang beriman. Saya tidak mampu merekam seluruh kekayaan rohani para…