Category: Daily Reflection

  • Dana Abadi

    Dana Abadi

    Hidup saya sudah sejak dalam kandungan mendapat sokongan dari perempuan. Sekitar sepuluh tahun lalu saya berkesempatan mengunjungi tempat di Eropa dan melihat bagaimana lembaga yang menyokong pendidikan saya beroperasi. Saya lihat beberapa perempuan di sebuah ruangan sedang memasukkan lembaran surat ke dalam amplop. Jumlahnya buanyak sekali! Saya maunya berdiskusi dengan…

  • Hai Pinokio

    Hai Pinokio

    Kalau Anda berbuat baik kepada orang lain dan dia membalasnya dengan kejahatan, bisa dimengerti kalau kemudian Anda berpencak silat, entah Anda presiden atau bukan. Akan tetapi, kalau Anda berbuat baik kepada orang lain dan orang lain itu memberi kritik kepada Anda, sewajarnya Anda mendengarkan kritiknya dan kalau perlu tak usah…

  • Kebosokan Rohani

    Kebosokan Rohani

    Kalau kemarin disodorkan Allah yang terlibat, yang tidak indifferent bin lèlèh luwèh, hari ini disinggung kelompok manusia yang indifferent bin lèlèh luwèh. Sebetulnya apa salah indifferent bin lèlèh luwèh to? Bukankah sikap itu diperlukan supaya orang tidak jatuh dalam kelekatan? Iya betul, itu sudah dibahas dalam uraian mengenai Azas dan…

  • Terciduk Allah

    Terciduk Allah

    Apa jadinya kalau Tuhan itu indifferent bin lèlèh luwèh terhadap ciptaan-Nya ya? Entahlah, mungkin sudah hancur dari zaman dulu. Lah, apa bukannya selama ini memang Tuhan itu indifferent bin lèlèh luwèh tadi, Rom? Bukankah akhirnya manusia juga yang bikin ulah dan jebulnya ya dibiarkan saja tuh, gak kena tulah, gak kena…

  • Ashiaaaap

    Ashiaaaap

    Keheranan biasanya memicu orang untuk belajar sesuatu yang baru, yang mengganggu asumsi di kepalanya. Guru dari Nazareth kiranya belajar sesuatu dari seorang perwira Romawi, yang oleh orang Yahudi pada saat itu dikategorikan sebagai pagan bin kafir. Apakah Guru dari Nazareth belajar untuk jadi kafir? Tentu tidak. Sebaliknya, ia mendapat contoh…

  • Drop your false beliefs

    Drop your false beliefs

    Forgive dan forget itu tak berjodoh, kecuali forgetnya bersifat intransitif alias diterjemahkan sebagai ‘lupa’ alih-alih ‘melupakan’. Soalnya, melupakan objek itu contradiction in terminis, beda dengan kelupaan atau lupa. Jadi, cukuplah forgive dan fokus saja pada apa yang ada di depan mata atau apa yang lebih besar dalam hidup ini, niscaya orang tak akan meminjamkan kekuatan kepada objeknya…