Category: Daily Reflection

  • Damai Gimana

    Damai Gimana

    Jangan kamu menyangka bahwa agama datang untuk membawa damai di atas bumi. Agama datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang [atau perang]! Siapa kiranya yang langsung setuju atau menentang kalimat itu? Entah setuju, entah menolak, tentu ada framing atau rasionalitasnya masing-masing, termasuk yang abstain pun mesti punya pertimbangannya sendiri. Saya…

  • Do Something, Not Everything

    Do Something, Not Everything

    Ada sindrom yang namanya diambil dari tokoh dalam teks bacaan hari ini: The good Samaritan syndrome. Itu untuk yang cowok (loh sindrom ada laki perempuan juga toh?). Untuk yang cewek namanya Florence Nightingale syndrome. Saya tak tahu apakah memang kedua sindrom itu sama maksudnya, tetapi kalau sindrom gutsamaritan itu kira-kira…

  • Jangan Jangan Takut Takut

    Jangan Jangan Takut Takut

    Dua teks bacaan hari ini terhubungkan dengan nasihat supaya jangan takut. Ini juga nasihat aneh seperti nasihat kemarin. Takut kok dilarang, apa gak bikin orang yang tadinya gak takut malah jadi takut?😂 Halah dibahas… Sudah jelas poinnya: takut itu bikin orang susah move on, maka ini bukan lagi soal takut…

  • Phronesis

    Phronesis

    Kebenaran itu menguji cinta dan memicu benci. Kalau cinta yang datang, tobat dijelang, kalau benci, dosa mengikuti. Kisah teks bacaan pertama sepertinya menunjukkan suatu happy ending: Yakub yang sekian tahun kehilangan anak kesayangannya akhirnya bertatap muka lagi dengan Yusuf di tanah asing. Dengan segala hormat dan doa bagi mereka yang kehilangan…

  • Pusing Kurang Fokus

    Pusing Kurang Fokus

    Apakah kesusahan hidup atau penderitaan itu punya maksud tujuan? Kalau punya, apakah orang mau menanggungnya? Kalau tidak, jangan-jangan memang penderitaan itu tak punya maksud tujuan. Tapi, yang menentukan punya tujuan atau tidak itu siapa ya? Narasi teks bacaan pertama hari ini sepertinya menerangkan kepada pembaca bahwa segala sesuatu itu punya…

  • Kerajaan Allah

    Kerajaan Allah

    Pemisahan area yang berhubungan dengan kelamin, misalnya toilet, bisa diterima dengan kewarasan. Jadi agak aneh kalau yang tak berkelamin pun, misalnya tangga, motor, dan mobil, ikut-ikut dipisahkan atas dasar kelamin. Lalu saya teringat apa yang disodorkan Pak Yudi Latif mengenai pola substantif dalam memahami doktrin agama, yang menekankan tujuan Syariat (Maqashid…