Category: Daily Reflection
-

Serangan Fajar
Bersamaan dengan pemilu serentak (kecuali yang sedang berada di luar wilayah NKRI), teks bacaan hari ini menarasikan pengkhianatan manusia sampah secara lebih mendetail, dimulai dengan serangan fajar yang unik. Unik, karena biasanya serangan fajar dilakukan oleh kontestan pemilu, tetapi ini malah dimulai dari permintaan manusia sampah. Entah kepentingannya apa, mungkin…
-

Halo Pengkhianat
Ditinjau dari sudut pandang hermeneutika, aneka kebencian, percekcokan, bahkan peperangan itu terjadi cuma karena konflik interpretasi atau penafsiran terhadap suatu teks dan konflik ini tak terpecahkan selama kepentingan yang disusupkan dalam interpretasi itu tidak cocok dengan dunia teksnya dan penyebab ketidakcocokan ini adalah ketidakpedulian pembaca terhadap distingsi antara yang tersurat…
-

Awasi TPS
Pada bulan lalu, TPS kota tempat tinggal saya bermasalah sehingga para sopir truk pengangkut sampah tidak bisa memobilisasi [wuih bahasanya] sampah. Akibatnya, sebagian besar warga kota mesti melihat tumpukan sampah beserta aroma sedapnya yang layak dihirup, supaya orang sadar apa artinya sampah dan pentingnya TPS serta orang-orang yang berperan besar…
-

Cinta Terlarang
Narasi panjang hari ini adalah kisah cinta terlarang, tapi bukan ala film Ave Maryam. Film ini menggarap kisah cinta yang melibatkan dua pribadi dengan cara hidup yang secara implisit melarang relasi asmara anggota asrama. Narasi hari ini memaparkan kisah cinta yang paling larang alias terlarang bin paling mahal karena berujung…
-

Hoaks Dulu sebelum Sidang
Bahasa iklan itu kadang memantik naluri kebinatangan lebih daripada naluri kemanusiaan. Yang beberapa saat lalu saya baca bunyinya kurang lebih begini: beli dulu, pikir belakangan. Kalau itu ditanamkan dalam diri calon pembelinya, kalimatnya berubah jadi: diskon dulu, butuh enggaknya liat-liat nanti. Kalau itu ditelan oleh buzzer politik: sebarkan dulu seturut orderan, isi di luar…
-

Pasukan Elite
Saya mendukung sepenuhnya penerapan konsep khilafah, bahkan di negara majemuk, kalau pemimpinnya adalah Nabi Muhammad; saya juga no problem dengan poligami kalau yang menghidupinya Nabi Muhammad. Selain beliau, no way. Kenapa? Karena saya percaya, meskipun tak mengalaminya, kalau beliau diikuti oleh begitu banyak orang (yang rentan terhadap aneka tafsir), pastilah hidupnya memancarkan…