Halo Pengkhianat

Ditinjau dari sudut pandang hermeneutika, aneka kebencian, percekcokan, bahkan peperangan itu terjadi cuma karena konflik interpretasi atau penafsiran terhadap suatu teks dan konflik ini tak terpecahkan selama kepentingan yang disusupkan dalam interpretasi itu tidak cocok dengan dunia teksnya dan penyebab ketidakcocokan ini adalah ketidakpedulian pembaca terhadap distingsi antara yang tersurat dan tersirat. Dunia teks tidak tersurat, tetapi tersirat melalui apa yang tersurat.
[Apa ada pembaca yang mau lanjut baca setelah paragraf ini? Lha wong mau baca yang ringan-ringan kok malah disodori tesis; iya gak, Ci’?😂]

Menurut saya, dunia teks yang disodorkan Guru dari Nazareth itu tidak berbeda dari dunia teks yang ditawarkan Nabi Muhammad, Nabi Musa, Buddha Gautama, dan siapa saja yang berkehendak baik membangun peradaban yang semakin insani sekaligus ilahi. Tapi ya itu, orang bisa gontok-gontokan mengenai “insani sekaligus ilahi” karena kelupaan bahwa “insani sekaligus ilahi” itu hanyalah konsep, yang isinya bergantung dari bagaimana orang-orang yang terlibat di dalamnya memaknainya. Sabar, Son, dhak kasih contoh.

Dalam teks hari ini, masih lanjutan bacaan kemarin yang bicara soal ‘sampah’, diwacanakan soal pengkhianatan. Ya tidak jauh beda sih karena yang berkhianat biasanya juga manusia sampah. Akan tetapi, biasanya orang melekatkan predikat pengkhianat kepada Yudas Iskariot, lupa bahwa sebetulnya setiap orang juga adalah manusia sampah. Guru dari Nazareth sudah lama tahu bahwa ia akan dikhianati. Seperti sudah saya tulis, ini bukan soal ramal meramal. Dia sudah mengerti bahwa dunia teks yang disodorkannya (sebutlah Kerajaan Allah) tak terpahami murid-muridnya sendiri, yang membaca teks melulu dari apa yang tersurat tanpa yang tersirat.

Kerajaan diidentikkan dengan kerajaan Majapahit, kerajaan Inggris, kekaisaran Romawi, dan sejenisnya yang insani. Allah diidentikkan dengan alien ilahi yang punya kekuasaan mahabesar, yang sewaktu-waktu bisa menghancurkan semesta manakala sudah bosan dengan semesta ini. Gabungannya, Kerajaan Allah, jadi ajang untuk ngolor alias cari muka terhadap Allah seperti itu supaya dapat tempat dalam kerajaan itu. Lho kan memang begitu semestinya, Rom?
Ya persis itulah problemnya: cuma mengerti yang tersurat dan tidak mau melihat yang tersirat. Yang tersirat sudah dijelaskan Guru dari Nazareth, tetapi malah Yakobus dan Yohanes, misalnya, minta jatah menteri bahkan sebelum menang #eh… sebelum mengerti dunia teksnya. Itulah bentuk pengkhianatan Yakobus, Yohanes, tetapi juga Petrus yang berkoar-koar jadi sahabat setia! Rasul lain kiranya mirip seperti itu, cuma tak terceritakan, dan kelihatan sewaktu mereka kocar-kacir meninggalkan Guru dari Nazareth di Taman Zaitun.

Sebelum membuat klaim-klaim religius, sebaiknya orang menangkap dunia teks religiusnya dulu supaya hidupnya tidak jadi kontradiktif. Ngeri kan kalau lihat orang meneriakkan kebesaran Allah tetapi memelihara kekerdilan pikiran sampahnya? Kebesaran Allah nan ilahi akhirnya tak lebih dari kekerdilan pikiran manusia sampah nan insani. Dalam dialog dengan perspektif lain (suku, agama, bangsa dll), Kerajaan Allah yang ilahi terwujud dalam relasi insani. Pengkhianatan, juga dengan cara terhalus sekalipun, dengan modal ‘maling teriak maling’, menghancurkan Kerajaan Allah.

Semoga Allah berkenan menunjukkan kebesaran-Nya melalui umat-Nya yang menangkap dunia teks ‘insani sekaligus ilahi’. Amin.


HARI SELASA DALAM PEKAN SUCI
16 April 2019

Yes 49,1-6
Yoh 13,21-33.36-38

Posting 2018: Jujur Ayam Berkokok
Posting 2017: Sportivitas Kerohanian

Posting 2016: Teman Tapi Menelikung
 

Posting 2015: Faith: Personal, Not Private

Posting 2014: The Way Of The Wisdom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s