Category: Daily Reflection
-

Gembala 4.0
Jadi gembala di masa revolusi industri 4.0 saya kira pekerjaannya akan sangaaaaat ringan, tetapi mungkin ini bukan jenis pekerjaan padat karya yang bisa bertahan lama. Soalnya, kata teman saya yang juga adalah pastor (bahasa Latin yang artinya memang gembala) lulusan Oxford, jenis pekerjaan yang repetitif (berulang-ulang) itu akan diambil alih…
-

(Soto) Anak Sulung
Perjumpaan dengan teman SD-SMP yang berkunjung ke kota domisili saya menjelang natal tahun ini membantu saya menafsirkan misteri Natal dengan bacaan dari Lukas. Kok isa ya? Sebetulnya perjumpaannya sendiri ya biasalah seperti perjumpaan kawan lama: menggembirakan, menghibur, meneguhkan, dan pantas disyukuri [tanpa banyak planning ndelalahnya malah waktunya klop]. Hanya saja,…
-

Tebus Murah
Anda masih ingat seminggu lalu ada orang yang mendapatkan mobil seharga 700-an juta dengan hanya membayar dua belas ribu rupiah [jangan-jangan memang harga sesungguhnya dua belas ribu rupiah ya… karet penutup pentilnya #ehadapentilnyagaksih]. Terkejut karena kemungkinannya mendapat objek cuma sepersejutaan dan gembira karena rezeki nomplok. Saya tak tahu ungkapan kegembiraannya…
-

Sense of Belonging Sesat
Kalau kemarinnya kemarin saya bawel soal simbol, hari ini soal sense of belonging. Ungkapan ini rupanya ditafsirkan oleh orang yang posesif dan jadilah saya ikut keliru memahami sense of belonging sebagai rasa memiliki. Memang belonging sudah kaprah dikaitkan dengan kepemilikan. Aneh kan kalau ada peringatan bunyinya keep an eye on belongings? Belongings yang mana…
-

Khilaf (Lagi) Ah
Saya kaget mendapat inspirasi bahwa ide khilafah itu klop dengan teks bacaan hari ini, yang sudah dibacakan dua belas hari lalu dan bahkan dalam lingkaran liturgi tahun B dibacakan pada Minggu Adven IV. Apa pentingnya sih ini teks sampai mesti diulang-ulang gitu? Jebulnya, pentingnya teks ini malah saya lihat dalam…
