Category: Daily Reflection

  • Situ Tuhan?

    Situ Tuhan?

    Teori pengetahuan akan Allah sudah saya sampaikan pada posting-posting terdahulu (silakan lihat di penghujung halaman ini, ada empat posting), dan teks bacaan hari ini menyinggung juga soal pengetahuan akan kehendak Allah dalam hidup orang. Sedikit mengulang, orang yang tahu kehendak Allah itu bukanlah pertama-tama orang yang secara kognitif saintifik mengerti bagaimana…

  • Jangan Siap-siap Mati

    Jangan Siap-siap Mati

    Ternyata saya belum siap mati. Itulah kesimpulan saya kemarin pagi setelah treadmill. Meskipun lebih senang jogging di ruang terbuka, kemarin memang saya pilih treadmill di rumah, yang tak ada sirkulasi udara meskipun jendela-jendela sudah saya buka. Setelah gembrobyos, sayangnya saya kebelet BAB, dan hitung-hitung sebagai cooling down, saya duduk manis…

  • Om Sedekah Om

    Om Sedekah Om

    Kemarin saya ikut misa dan mencolek tetangga sebelah saya yang bekerja di bank (duitnya pasti banyak) untuk menukarkan uang biru saya dengan yang ungu-ungu atau hijau-hijau. Syukur kepada Allah, ndelalahnya kok ya dia punya uang pecahan hijau ungu, sehingga saya tak perlu memasukkan uang biru ke kotak persembahan alias kolekte.…

  • Reservasi Neraka

    Reservasi Neraka

    Beberapa waktu lalu saya bertugas sebagai driver untuk dua adik kelas saya yang sudah jadi rektor dan direktur anu. Kami pergi ke semacam mal untuk makan malam, hitung-hitung untuk memperbaiki malnutrisi kami. Setelah disambut dengan ucapan ‘selamat datang’ oleh mbak-mbak tukang karcis parkir yang hadir di setiap mal, saya membelokkan…

  • Srawung Digital

    Srawung Digital

    Pernahkah Anda tinggal di rumah berasa kos atau losmen atau hotel (rumah cuma buat makan-tidur)? Bagaimana rasanya ya? Pernahkah orang lain mlipir atau pindah ke seberang trotoar supaya tak berpapasan dengan Anda? Bagaimana ya rasanya, baik yang diplipiri maupun yang mlipir? Mereka yang tinggal di asrama punya risiko seperti itu,…

  • Lidah Penakut

    Lidah Penakut

    Ajarilah lidah Anda untuk mengatakan hanya apa yang ada di hati Anda. Kalau tidak, ia akan memproduksi aneka hoaks dan hoaks itu adalah kemunafikan, siapa pun capres yang Anda dukung. Iya, Mo, dah tau, tapi gimana caranya mengajari lidah supaya jadi corong hati semata? Apa mesti minta lidah duduk manis…