Category: Daily Reflection

  • Kemenangan Krisis

    Kemenangan Krisis

    Bahkan Nabi Elia yang mempertobatkan Ahab dan mengalahkan dewa Baal serta mengembalikan hujan di musim paceklik mengalami krisis, Saudara-saudara. Bukan krisis sinyal seperti saya, krisis moneter atau krisis cinta, melainkan krisis apa saya juga gak tau namanya. Karunia dari Allah dan tugas terkait yang diterimanya tak membuatnya bangga, malah membuatnya takut.…

  • Lebaran Kok Lancar

    Lebaran Kok Lancar

    Teks hari ini terasa keras buat saya, terutama karena saya terposisikan sebagai pemuka agama. Di lingkungan agama saya sendiri saya kerap ditanyai bertugas di gereja mana, padahal saya cuma tinggal di wilayah gereja tertentu tetapi saya tak punya umat #kasiandehlu. Tugas saya belajar dan sambilannya ketak-ketik blog ini, maka sebetulnya…

  • #2019gantisiapa

    #2019gantisiapa

    Konon ada seorang petugas partai berlambang tetot yang mengirim surat terbuka kepada pimpinan partainya untuk mengundurkan diri karena menurutnya, partai berlambang tetot itu cuma mengumbar kepentingan kekuasaan bahkan dengan menggunakan isu SARA [Yang keterlaluan? Pada pilkada DKI kemarin? Waowwww]. Triggernya adalah penistaan terhadap sosok guru agama [lha rak tenan], yang…

  • Passport to Heaven

    Passport to Heaven

    Pernah terjadi dalam panggung sejarah bagaimana orang Kristiani punya misi arogan untuk membuat dunia ini jadi Kristiani karena katanya di luar dunia Kristiani itu tak ada keselamatan. Mungkin masih ada sisa-sisanya, yaitu mereka yang menganggap agama Kristiani lebih baik daripada yang lainnya. Tendensi seperti itu juga bisa hidup dalam lingkungan…

  • Wajah Sendu

    Wajah Sendu

    Anda tahu dong bedanya antara seorang tua yang melakukan come back sebagai perdana menteri dan seorang tua yang kêbêlêt jadi presiden. Tanpa saya sebut namanya, Anda pasti tahu siapa yang saya maksud. Iya betul itu. Janjané saya tak antusias menyinggungnya lagi, tapi entah mengapa polah lakunya itu semakin tua kok malah bikin gemes-gemes gimana…

  • Menista Kemanusiaan

    Menista Kemanusiaan

    Menista agama di negeri ini sepertinya dianggap lebih parah daripada menista Roh Kudus. Kenapa? Ya karena poligama toh, karena agama lebih potensial berkelindan dengan politik. Sentimen itu jadi salah satu elemen ampuh dalam kampanye politik. Orang-orang yang begini ini akan tidak senang pada kerja Roh Kudus yang melampaui sekat sentimen…