Category: Daily Reflection

  • Ngapel Siaga

    Ngapel Siaga

    Berhubung hari ini saya bangun kesiangan (padahal jam tiga kurang sedikit loh!) dan langsung lanjut bikin paper (yang bisa pikin baper orang), sudah tak sempat lagi mengetik catatan di pagi hari. Biar tidak mindhon gaweni, hitung-hitung mengumpulkan apa yang sudah dibaca, saya bocorkan sedikit catatannya deh, soalnya ada hubungannya dengan pesta hari ini:…

  • Tiga Kali Salah

    Tiga Kali Salah

    Saya punya senior yang punya prinsip yang punya angka tiga punya [opo maneh punya-punya melulu’]. Kalau dimintai konsultasi untuk membantu orang menghadapi masalah hidupnya, ia cuma memberi tiga kali pertemuan. Alasannya, menurut saya masuk akal juga, itu mengapa saya terapkan: kalau tiga kali orang itu tak terbantu, berarti memang saya…

  • Semoga Bahagia

    Semoga Bahagia

    Tiada perlindungan yang aman di dunia ini selain Dharma yang dipraktikkan secara tulus. Begitu kiranya keyakinan yang boleh dipegang untuk merayakan kelahiran Buddha dalam kemanusiaan di dunia ini. Berhubung saya bukan ahli tentang Dharma (janjane ya tentang apa pun sih), saya cuma bisa menangkapnya dari perspektif Azas dan Dasar yang…

  • Will You Walk Alone?

    Will You Walk Alone?

    Terhentinya Salah setelah dua per tiga babak pertama final Champions League kemarin jelas memengaruhi jalannya pertandingan bal-balan level tertinggi Eropa itu. Skema pressing dan serangan yang semestinya melibatkan Salah jadi tumpul dan lawan yang ditugasi menjaga Salah lebih leluasa pergerakannya. Tidak hanya itu, secara psikis, absennya Salah juga berpengaruh pada performa kiper…

  • Puasa, Berkah atau Musibah

    Puasa, Berkah atau Musibah

    Melanjutkan posting kemarin yang menyoal seputar bom keluarga: dalam perbedaan, naluri kemanusiaan dibangun dan dengan begitu naluri keagamaan mendapatkan relevansinya. Tanpa naluri kemanusiaan, naluri keagamaan hanyalah manifestasi arogansi yang memecah belah kemanusiaan. Maka dari itu, naluri keagamaan semestinya senantiasa disinkronkan dengan naluri kemanusiaan. Dengan kata lain, itulah artinya bahwa sebelum…

  • Naluri Keagamaan?

    Naluri Keagamaan?

    Hati siapakah yang tak hancur melihat seorang anak dilibatkan dalam bom bunuh diri? Hati siapakah yang tak nelangsa melihat kepolosan anak dimanipulasi gelojoh kekuasaan? Dalam hati siapakah perasaan geram dan marah tak muncul melihat keluguan anak diperalat nafsu kekuasaan? Jawabannya sama dan sekarang kita bisa menyelisik diri seberapa jauh benih-benih…