Category: Daily Reflection

  • Agama Hambar

    Agama Hambar

    Bacaan hari ini mengingatkan saya pada artikel yang saya lirik kemarin: RIP Yahoo, Tak Ada Yang Too Big to Fail. Triggernya kalimat kedua: “Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? [Ya dengan ikan asinlah!] Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”  Ternyata oh ternyata, disiplin rohani…

  • Masih Ingat Bahagia?

    Masih Ingat Bahagia?

    Musa dan Yesus sama-sama digambarkan berurusan dengan bukit atau gunung dalam menyampaikan pengajaran. Musa dikenal dengan dua loh batu berisi sepuluh perintah Allah, sedangkan Yesus dikenal dengan delapan sabda bahagia. Sepuluh perintah Allah itu biasanya diingat-ingat atau dihafalkan oleh anak-anak sampai zaman ini juga (dan mungkin dilupakan oleh orang dewasa),…

  • Modus Cinta

    Modus Cinta

    Hari ini saya melihat lima ratusan orang muda yang terlibat dalam suatu kepanitiaan acara lintas negara melakukan simulasi persiapan event besar itu. Suara pengarah acara dengan megafon bahkan tak terdengar karena kalah oleh suara obrolan ratusan orang muda itu. Sebetulnya mereka tidak ngobrol dengan suara keras, tetapi karena jumlahnya banyak, jadi lebih dominan…

  • Yang Mana Agamamu?

    Yang Mana Agamamu?

    Ada tiga karakter yang disodorkan bacaan hari ini yang mungkin bisa dipakai sebagai representasi tiga cara orang beragama. Pertama, para ahli Taurat, mewakili mereka yang bertekun dengan sumber wahyu Allah, belajar Kitab Suci sampai berkali-kali tamat, menguasai teologi Kitab Suci dan terhitung sebagai kelompok elit agama. Ini orang-orang yang sirius…

  • Ora Mesti

    Ora Mesti

    Andai saja kesadaran bahwa being religious is always being interreligious sudah muncul tiga milenium lalu, mungkin takkan pernah ada lembaga agama yang sarat kepentingan politis pelestarian agama itu sendiri. Setiap orang akan memperkaya religiositasnya justru dalam perjumpaan dengan yang lain dan perjumpaan ini tak kunjung usai selagi bangsa manusia masih ada,…

  • Hai Penista

    Hai Penista

    Ilusi dan kehancuran cinta, mulai dari kehancuran negara, kota, bangsa sampai orang per orang, barangkali berawal dari minimnya pemeliharaan kesehatan dua hukum yang disodorkan bacaan hari ini. Kenapa ya? Mungkin justru karena yang dipakai adalah kata ‘cinta’ itu sendiri; dan orang tahu, dengan kata itu orang bisa memaksudkan apa saja…