Category: Daily Reflection
-

Bunuh Teroris?
Kesenangan akan berlalu, kebahagiaan tinggal tetap. Katakanlah ini cuma soal istilah, maka yang penting orang mengerti bahwa ada kegembiraan yang laten sifatnya dan ada juga yang kontinjen (Inggrisnya: contingent, artinya sementara atau bisa ada bisa gak ada). Celakanya, kebanyakan orang mengejar yang kontinjen dan repotnya memang yang bisa dikejar cuma…
-

Mesti Takut, Gitu?
Dengan segala hormat dan doa bagi para korban (termasuk pelakunya yang jadi korban) bom bunuh diri tadi malam di Kampung Melayu, marilah mencerna proses kebangsaan juga melalui perpektif Hari Raya Kenaikan Isa Almasih dari bacaan yang disodorkan hari ini. Ceritanya simple: sebelas murid ke bukit yang sudah ditentukan. Bukit mana?…
-

Wong Kagol
Barangkali ada banyak wong kagol (vokal ‘o’ seperti pada kata kompor) dalam beragama. Ini istilah yang memuat nuansa kecewa, marah, putus asa, dendam sedemikian rupa sehingga orang tak mau melanjutkan sesuatu yang sudah dimulainya, bahkan mungkin mengambil jalan sebaliknya. Misalnya ada orang yang digadang-gadang jadi presiden, tapi di tengah jalan…
-

Untuk Koh Ahok
Maaf saya pakai featured image Ibu Vero istri Koh Ahok tanpa seizin pemiliknya. Saya anggap Bu Vero milik semua (wueh enak aja!), fotonya yang di situs publik, maksudnya. Saya mau pakai foto ibu saya sendiri, tetapi apa daya, zaman gestapu dulu tak ada yang punya kamera selfie sehingga tak ada…
-

Ateis Oportunis
Kemarin sempat saya sampaikan apresiasi terhadap pasangan manten yang melangsungkan upacara pernikahan. Proficiat, hari gini masih berani membuat komitmen. Memang begitulah. Cinta lebih dari sekadar sayang-sayangan atau roman-romanan. Ini adalah soal komitmen, yang berarti adalah soal memilih, soal mengambil keputusan, soal menentukan mana yang jalan yang hendak diambil dan konsisten…
